LECES, Radar Bromo - Pembangunan bedak sementara Pasar Leces mulai dikerjakan Selasa (22/10). Pembangunannya meleset seminggu dari yang dijadwalkan, karena seharusnya mulai tanggal 15 Oktober kemarin.
Selama ini masih dilakukan beberapa persiapan sehingga pekerjaan baru dimulai pada Selasa (22/10).
Untuk hari pertama pembangunan, saat ini masih dilakukan pengukuran luas bangunan di pasar bagian depan sebelah barat. Nantinya akan bertahap mengukur di 3 wilayah lainnya.
Pada pembangunan ini nantinya, bedak-bedak sementara akan di bangun di empat wilayah, yaitu pasar bagian depan sebelah barat dan timur, pasar kambing dan bagian belakang pasar sebelah selatan.
Ini mengacu pada kontrak, pembangunan bedak sementara ini harus selesai dalam rentang waktu selama 60 hari kalender.
“Kemarin masih melakukan banyak persiapan, sekarang baru dilakukan pengukuran ini,” terang Roni, kontraktor CV Bumi Perkasa Baru.
Masing-masing luas wilayah di setiap titik berbeda-beda. Untuk titik pasar bagian depan sebelah berat, memiliki luas 5,1.2 X 30 M berisi 38 bedak. Untuk sebelah timur memiliki luas bangunan 5,1.2 X 38 berisi 30 bedak.
Sedangkan untuk titik pembangunan di pasar kambing berukur 5,1.2 X 18 pada bagian selatan yang akan memuat 18 bedak dan 7,1.2 X 18 pada bagian utara akan diisi 27 bedak.
Sedangkan pada titik keempat di bagian belakang pasar adalah daerah yang paling luas yakni berukuran 7,1.2 x 34. Di lokasi ini akan diisi sebanyak 50 bedak.
Total keseluruhan maka akan dibangun 163 bedak sementara di Pasar Leces.
Kata Roni, pembangunan bedak sementara ini akan dikerjakan diatas jam 11.00 agar tidak mengganggu aktivitas pasar. Di atas jam 11.00, aktivitas para pedagang sudah mulai tutup.
“Karena kan ini di pasar jadi bisanya mulai kerja diatas jam 11 saat orang-orang sudah mulai sepi,” katanya.
Munir, konsultan proyek yang bertanggung jawab mengawasi proyek menjelaskan, tidak ada kesulitan yang berarti yang dialami pekerja pada hari pertama.
Hanya saja proses pengukuran luas bangunan yang memakan waktu cukup lama. Sebab kondisi tanah yang diaspal susah untuk ditancepi penanda jadi perlu digali terlebih dahulu.
“Kesulitannya ini kan keras tanahnya soalnya diaspal, jadi nancepin tandanya,” ujarnya. (mg/fun)
Editor : Abdul Wahid