PROBOLINGGO, Radar Bromo - Menjaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam seks bebas ataupun pernikahan dini, menjadi sangat penting bagi remaja.
Sebab, dapat menimbulkan banyak hal negatif. Terutama dalam kesehatan fisik dan psikologis anak.
Pernyataan itu disampaikan Penyuluh KB Puskesmas Wonoasih Rini dalam kegiatan Duta GenRe (Generasi Berencana) Kota Probolinggo di SMAN 3 Kota Probolinggo.
Senin (21/10), mereka menggelar GenRe Berkelana menyosialisasikan tentang bahaya kenakalan remaja dan pernikahan dini.
“Pernikahan dini itu, jangan ya, karena berpengaruh terhadap kesehatan ibu. Dapat mengalami preeklamsia yaitu tekanan darah yang tinggi dan dapat membahayakan ibu dan janin, serta berpengaruh terhadap kesehatan psikologisnya,” ujar Rini.
Menurutnya, usia ideal menikah untuk perempuan adalah berumur 20 tahun dan laki-laki 25 tahun.
Saat masa itu, seseorang telah siap secara mental, fisik, ekonomi, dan kematangan fungsi reproduksinya. “Jadi jangan buru-buru,” pesannya.
Duta GenRe merupakan role model remaja yang memiliki pengetahuan tentang kesiapan untuk memasuki pernikahan.
Dengan ini, Duta GenRe bertanggung jawab dalam menyebarkan awareness tentang bahaya kenakalan remaja.
Seperti Napza, seks bebas, dan pernikahan dini. Dengan tujuan memberikan pengaruh positif dan pengetahuan lebih kepada remaja.
“Kami menyasar sekolah-sekolah untuk membantu teman-teman menyiapkan masa depannya. Juga agar tidak terjerumus kenakalan remaja,” ujar Ketua Pelaksana Ainul Yaqin, 18. (mg/rud)
Editor : Fahreza Nuraga