PROBOLINGGO, Radar Bromo – Ratusan surat kabar harian Jawa Pos Radar Bromo edisi Minggu (13/10), tiba-tiba hilang.
Diduga surat kabar atau koran Jawa Pos Radar Bromo dicuri sesaat setelah diturunkan di salah satu agen atau titik dropping pada Minggu (13/10) dini hari.
Manajer Umum dan Pemasaran Jawa Pos Radar Bromo Iwan Susanto mengatakan, total ada 384 eksemplar koran yang hilang.
Karena itu, dia mewakili perusahaan melaporkan dugaan pencurian tersebut ke SPKT Polres Probolinggo Kota, Senin (14/10).
“Pencurian itu telah merugikan ratusan pelanggan kami. Baik di kota, juga Kabupaten Probolinggo. Mereka tidak menerima koran yang jadi hak mereka pada hari Minggu. Sebab, koran hilang,” terangnya.
Sebelum koran hilang menurut Iwan, petugas ekspedisi Jawa Pos Radar Bromo berangkat dari Kota Probolinggo menuju percetakan di Gresik, Sabtu (12/10) pukul 21.00.
Setelah koran selesai dicetak, kendaraan ekspedisi lantas bertolak dari Gresik, Minggu (13/10) pukul 00.47.
Koran kemudian diturunkan di sejumlah tempat, sesuai titik dropping. Mulai dari Pasuruan hingga Probolinggo.
Sekitar pukul 02.54, ekspedisi sampai di tempat kejadian perkara (TKP) di Brak. Yaitu, di depan Bengkel Rejeki Motor, Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo.
“Kendaraan ekspedisi lantas melaju ke titik dropping berikutnya. Semua itu terekam dalam percakapan grup WA kami,” tutur Iwan.
Saat koran turun di Brak menurutnya, Nunung, 50, salah satu agen sempat mengambil koran-koran untuk pelanggannya sebanyak 50 eksemplar. Itu terjadi sekitar pukul 03.15.
“Sisanya sebanyak 384 eksemplar ditinggal di lokasi karena milik agen lainnya,” terang Iwan.
Setelah itu, datang agen Gofur, 40, sekitar pukul 03.30 untuk mengambil koran miliknya. Namun, tumpukan koran tersebut tidak ada lagi di titik dropping. “Gofur lantas menginformasikan hal tersebut,” tambah Iwan.
Sejak hilangnya koran-koran itu, Jawa Pos Radar Bromo telah berusaha mencari bukti pendukung berupa rekaman CCTV dari lingkungan sekitar. Sayangnya, belum berhasil.
“Kami mengalami kerugian materiil sekitar Rp 2.304.000 akibat hilangnya 384 eksemplar koran itu. Namun, jelas pelanggan kami juga rugi,” katanya.
Direktur Jawa Pos Radar Bromo HA. Suyuti sangat menyayangkan kejadian itu. Menurutnya,hal tersebut sangat merugikan perusahaan. Termasuk merugikan pelanggan dan pembaca.
“Mereka kehilangan haknya untuk mendapatkan informasi pada hari itu. Kami dihubungi pelanggan dan pembaca. Mereka menanyakan koran hari itu kok tidak ada. Mereka mengira koran tidak terbit hari itu. Setelah kami sampaikan bahwa koran kami dicuri, mereka pun kaget,” terangnya.
Sebagai gantinya, Jawa Pos Radar Bromo siap memberikan koran edisi Minggu yang hilang dalam bentuk soft file pada pembaca dan pelanggan yang butuh.
Harapannya, para pembaca dapat mengikuti segala berita yang terbit pada hari saat koran hilang.
“Silakan hubungi kami. File-nya akan kami kirim langsung pada para pembaca dan pelanggan,” ujar HA. Suyuti.
Suyut–panggilannya–menegaskan, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Agar tidak tak terulang lagi di lain hari.
“Kami berharap segera ada tindak lanjut dari kepolisian. Termasuk menangkap pelakunya agar diketahui motif pelaku sebenarnya. Sebab, bila pelaku masih berkeliaran, tidak menutup kemungkinan kejadian serupa terulang,” tegas pria yang juga ketua PWI Probolinggo Raya ini.(gus/hn)
Editor : Achmad Syaifudin