DRINGU, Radar Bromo- Seorang remaja asal Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, berinisial MS, 13, mengeluh kesakitan. Cincin di salah satu jari tangannya tak bisa dilepas.
Rupanya, cincin titanium itu kekecilan, sedangkan jarinya semakin besar dan bengkak. MS mengenakan cincin ini sejak tiga hari lalu. Ia memasangnya di telunjuk kiri. Ukuran cincin yang kecil dipaksa masuk jari. Akhirnya, cincin tidak bisa dibuka.
Beberapa kali MS mencoba melepaskanya, selalu gagal. Ia juga sempat meminta tolong kepada orang tuanya untuk melepasnya. Tetap tidak bisa.
Karena tidak bisa dilepas, akhirnya jari telunjuk MS mulai membengkak.
Pembengkakan semakin parah. Akhirnya, MS bersama orang tuanya datang ke kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo untuk melepas cincinnya.
“Setiap malam dia merasa kesakitan, coba dibuka sendiri pakai sabun tetap tidak bisa. Akhirnya salah satu kerabat menyarankan ke Damkar,” ujar Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehudin.
Setibanya di kantor Damkar, petugas berusaha melepaskannya. Awalnya, petugas melihat jarak antara cincin dengan kulit jari.
Setelah itu, menggunakan mini grinder petugas memotong cincin seracara berhati-hati agar tidak terluka. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga akhirnya cincin bisa dilepas.
“Petugas harus berhati-hati, sebab cincin memiliki dua lapisan dan bahannya cukup tebal. Setelah berhasil terlepas jari yang sebelumnya bengkak berangsur pulih,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando