LECES, Radar Bromo - Sepuluh bulan pascakebakaran Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, tak kunjung dibangun.
Kini, pemerintah daerah berencana membangunnya. Namun, masih berupa bedak semipermanen.
Pascakebakaran, para pedagang membuat bedak sederhana untuk sementara waktu agar tetap bisa berjualan.
Mereka membuat bedak semipermanen berbahan bambu dan kayu.
Atapnya ada yang menggunakan asbes, ada juga hanya memakai terpal.
Kondisi ini membuat sejumlah pedagang mengeluh. Mereka berharap pasar tempat mengais rezeki bisa segera dibangun.
“Sebetulnya ini tempat parkir, tapi darurat, jadi sementara tidak apa-apa ditempati,” ujar salah seorang pedagang daging, Suharti, 52.
Ia mengaku terpaksa menempati tempat parkir, karena bedak-nya ludes terbakar dan tidak ada tempat lagi.
Karena itu, ia berharap adanya percepatan pembanguan dari pemerintah daerah.
“Semoga segera dibangun seperti dulu. Kalau terus di sini, panas,” ujarnya.
Rupanya, harapan sejumlah pedagang bakal segera terjawab. Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo telah berencana membangunnya.
Bahkan, ditargetkan proyeknya dapat digarap mulai pertengahan bulan ini.
“Kami sudah mengusahakan, tapi memang kami terbatas di anggaran. Jadi, pembangunannya lama karena butuh dana yang cukup besar dan anggarannya baru turun,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mehdinsareza, Kamis (10/10).
Kini, Mehdinsareza mengatakan, pihaknya hanya bisa membangun bedak sementara untuk para pedagang.
Proyek ini akan dikerjakan mulai pertengahan bulan ini.
Anggarannya sekitar Rp 800 juta dari APBD. Nantinya akan dibangun 164 bedak.
Sedangkan bedak dan kios pedagang yang terdampak terdata 235 unit.
Sejumlah 164 bedak yang akan dibangun, dikhususkan bagi pedagang yang belum memiliki tempat yang layak.
Di samping itu, masih ada 40 pedagang yang juga belum memiliki bedak. Namun, mereka juga tidak akan mendapatkan jatah karena tidak berizin.
“Menurut timeline tanggal 15 Oktober ini, kami sudah jalan. Kami akan bangun bedak sementara untuk pedagang agar lebih nyaman. Namun, tidak semua pedagang terdampak bisa kami cover. Kami prioritaskan yang belum punya bangunan kokoh, kan mereka sudah ada yang membangun sendiri,” jelasnya.
BEDAK PEDAGANG
Rp 800 Juta
Alokasi anggaran untuk pembangunan bedak sementara bagi pedagang Pasar Leces.
235 Unit
Jumlah bedak dan kios pedagang Pasar Leces yang terdampak kebakaran.
164 Unit
Jumlah bedak yang akan dibangun dengan anggaran Rp 800 juta. Bedak ini khusus bagi pedagang yang belum memiliki tempat yang layak.
Banyak Besi Dicuri, Hasil Lelang Tak Maksimal
Besi sisa bongkaran Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo, rupanya menarik perhatian orang-orang tak bertanggung jawab.
Banyak dicuri. Membuat kondisinya tidak utuh hingga berpengaruh terhadap hasil lelang.
Terkait pencurian besi ini, JF Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Widha Rachmawati mengatakan, sulit menjaga properti sisa reruntuhan pasar.
Sebab, pasar selalu ramai orang berlalu lalang, terlebih besi-besi itu dapat diuangkan.
Bahkan, pemenang lelang mengadu ke DKUPP, bahwa besi yang diterima sudah tidak utuh karena telah hilang dicuri.
“Di pasar memang banyak tangan. Orang berlalu lalang, jadi susah karena mereka menganggap ini berpotensi diuangkan,” ujarnya.
Proses lelang dibuka dari sejak Januari-April. Kala itu, semua unit besi sisa bongkaran pasar dibuka dengan tawaran Rp 173.300.000.
Lelang baru rampung setelah dibuka untuk kali ketiga dengan tawaran jauh di bawah yang tetapkan appraisal.
“Kemarin lepas Rp 60 juta. Diambil penjual besi dari Pasuruan,” ujarnya.
Kepala Bagian Perdagangan DKUPP Kabupaten Probolinggo Mehdinsareza mengatakan, penawaran lelang rendah karena besi-besi berasal dari sisa kebakaran, sehingga sepi peminat.
Selain itu, besi-besinya juga sudah tidak utuh.
“Mungkin karena sudah bekas runtuhan kebakaran. Selama ini juga sudah banyak yang dicuri besinya,” ujarnya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando