Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Heboh, Serumpun Bambu di Tongas Probolinggo yang Tumbang 9 Bulan Lalu Kembali Berdiri Tegak

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 10 September 2024 | 02:54 WIB

 

 

TARIK PERHATIAN WARGAL: Serumpun pohon bambu yang berdiri sendiri di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (Vikry Romadhoni/ Radar Bromo)
TARIK PERHATIAN WARGAL: Serumpun pohon bambu yang berdiri sendiri di Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (Vikry Romadhoni/ Radar Bromo)

TONGAS, Radar Bromo- Serumpun bambu Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, bikin heboh warga. Puluhan batang bambu yang sudah mengering ini, disebut-sebut kembali tegak setelah lama roboh.

Salah seorang warga sekitar, Sahendra, 24, mengatakan, rumpun bambu ini kembali tegak sejak Sabtu (7/9) malam.

Kala itu, warga sekitar mendengar suara samar-samar yang diduga berasal dari tempat bambu tumbuh.

Namun, karena sudah larut malam, tidak ada warga yang berani mendekat.

Minggu (8/9) pagi, sejumlah warga kaget. Rumpun bambu di pekarangan Poniman, yang roboh sejak sekitar 9 bulan lalu, kembali tegak.

“Sejak Minggu pagi banyak orang yang lihat. Bahkan, sampai ada orang yang jualan di sekitar sini. Tadi pagi ada rombongan menggunakan minibus mengambil sedikit dari bambu ini buat azimat. Sepertinya rombongan dari Pasuruan,” katanya.

 Awalnya, puluhan bambu ini tinggi, sekitar 12 meter dan berdaun lebat.

Setelah roboh, sebagian dipotong hingga menyisakan sekitar 4-5 meter.

Setelah roboh, akar bambu itu rupanya tidak seutuhnya melekat ke tanah.

Kejadian ini mengundang perhatian warga. Sampai ada yang melakukan ritual, terutama ketika malam. Kabarnya juga menyebar luas di media sosial.

“Kami kemudian pasang tulisan larangan mengambil bambu. Khawatir jika diambil akan dijadikan sebagai alat yang bisa mengakibatkan kemusyrikan atau bisa disalahgunakan,” ujar Sahendra. (mg2/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#heboh #Tongas #bambu #probolinggo