KRUCIL, Radar Bromo- Kobaran api melalap kawasan hutan dan lahan di Gunung Argopuro, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Selasa (3/9), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Resort KSDA Wilayah Bermi (BKSDA Wilayah III Jember) masuk daerah administratif Kabupaten Probolinggo.
Lokasinya cukup jauh dari permukiman. Sejumlah petugas juga masih terus berusaha memadamkan api.
Kebakaran diketahui warga setelah kepulan asap pekat mengudara sekitar pukul 07.15.
Kepulan asap itu membuat warga sekitar Kecamatan Krucil atau kaki Gunung Argopuro, heran.
“Asap terlihat sejak pagi. Awalnya saya pikir awan biasa, tetapi semakin lama kok semakin tinggi dan pekat. Saya dan saudara di rumah menyangka adanya asap karena terjadi kebakaran,” ujar salah seorang warga Desa Krucil, Wawan, 37.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, kebakaran terjadi di koordinat -7.93871, 113.57725; -7.93747, 113.58614; -7.93623, 113.59509; dan -7.94630, 113.58733. Terdeteksi berlokasi di Desa Plaosan, Kecamatan Krucil.
Namun, kata Zubaidullah, lokasi itu di aplikasi Google Maps tidak berada di Desa Plaosan.
Melainkan hanya signal dan tower GPS yang masih mengikuti lokasi tersebut.
Di lahan yang terbakar banyak titumbuhi semak-semak, ilalang atau rumput, daun kering, dan hutan cemara.
“Kebakaran terdeteksi pada lokasi yang sebenarnya di atas lereng Argopuro. Tepatnya di bawah Rawa Embik, Jaraknya kurang lebih 10 kilometer dari Desa Plaosan,” ujarnya.
Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Forkopimca Krucil. Serta, KSDA Wilayah Resort Bermi, BPBD Situbondo, dan BPBD Bondowoso. Serta, menutup jalur pendakian ke Gunung Argopuro.
Upaya pemadaman juga dilakukan. Sayang, medan menuju lokasi kejadian sulit dan jauh dari permukiman, sehingga pemadaman butuh waktu dan upaya ekstra.
“Sementara, TRC PB bersama Polhut melakukan pengecekan lokasi kebakaran,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Muhammad Fahmi