Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jasa Penyewaan Baju Adat di Kota Probolinggo Banjir Orderan, Segini Pemasukannya

Inneke Agustin • Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:05 WIB
PELANGGAN: Haryuni, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, melayani penyewaan baju adat, Senin (26/8).
PELANGGAN: Haryuni, warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, melayani penyewaan baju adat, Senin (26/8).

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen yang dinanti oleh masyarakat. Di berbagai daerah, kemeriahan menyambut kemerdekaan ini terasa semakin hangat dengan digelarnya karnaval budaya.

Begitu juga di Kota Probolinggo. Tradisi ini tak terpisahkan dengan penggunaan pakaian-pakaian adat. Hingga membawa berkah bagi pemilik usaha jasa penyewaan baju adat.

Salah satunya, Haryuni, 64. Menurutnya, penyewaan baju adat tahun ini lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tidak hanya pawai budaya yang diselenggarakan pemerintah daerah, tetapi juga dilaksanakan di tingkat kelurahan, kecamatan, ataupun desa.

“Permintaan penyewaan baju adat meningkat signifikan, karena hampir semua wilayah menggelar karnawal. Berbeda dengan tahun lalu yang banyak menyewa kostum, seperti kobuda dan karakter pewayangan. Dibandingkan sekarang yang lebih fokus pada budaya bangsa, sehingga banyak yang menyewa baju adat,” ujarnya.

Lonjakan penyewa baju adat sudah mulai dirasakan sejak awal Agustus. Haryuni memprediksi, animo masyarakat akan bertahan hingga awal September. “Tanggal 7 September nanti masih ada karnaval di Kota Probolinggo. Jadi, kemungkinan penyewaan akan tetap tinggi hingga saat itu,” ujar warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, ini.

Penyewa baju adat datang dari berbagai lapisan usia. Mulai anak-anak hingga dewasa. Bahkan, pada momen seperti ini, Haryuni mampu melayani penyewa dari luar kota. Seperti Bangil, Kabupaten Pasuruan serta sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Dalam sehari, Haryuni dapat melayani hingga 150 orang dengan tarif antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per pakaian. “Kalau hari biasa, ya kadang ada, tapi tidak banyak. Sekitar 6 hingga 10 orang saja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kanti Rahayu, 42, pemilik usaha penyewaan baju adat asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Ia juga merasakan meningkatnya permintaan penyewaan baju adat selama Agustus ini. Menurutnya, baju adat yang paling banyak diminati Basofi dan Sakera. “Sementara untuk anak perempuan, paling banyak menyewa jenis kebaya,” katanya.

Selama Agustusan, rata-rata ia mampu melayani 25 orang per hari. Dengan harga sewa Rp 50 ribu per baju. Bila dibandingkan tahun sebelumnya, kata Kanti, tahun ini terasa lebih sepi. “Mungkin karena banyak sekolah yang sudah menyediakan sendiri baju untuk karnaval. Jadi, mereka membuat seragam agar tampil kompak,” ujarnya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#agustusan #baju