PENINGKATAN dan pembangunan semua sektor terus dilakukan Pemerintah Desa Pegalangan Kidul, Kecamatan Maron. Termasuk fasilitas pendidikan dan infrastruktur pertanian.
Pendidikan menjadi tonggak perkembangan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM). Suksesnya bidang pendidikan tidak hanya ditentukan kualitas tenaga pengajar yang ramah, telaten, dan sabar.
Siswa juga perlu ketersediaan sarana dan prasarana pendukung lainnya yang memadai.
Keberadaan gedung sebagai tempat melaksanakan aktivitas belajar mengajar haruslah diperhatikan dengan baik. Sebab, sangat berpengaruh kenyamanan serta konsentrasi siswa dan guru.
Kepala Desa Pegalangan Kidul Badrul Huda mengatakan, saat ini pihaknya tengah membangun gedung PAUD di RT 1/RW 1, Dusun Krajan. Gedung ini berukuran 14 x 6 terdiri atas tiga ruang kelas. Sebelumnya, gedung PAUD hanya satu kelas.
Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa makin banyak, sehingga perlu ada penyesuaian ruang kelas.
“Awal didirikan jumlah siswa hanya sedikit. Saat ini, siswa PAUD berjumlah 60 anak. Jadi perlu kami sesuaikan,” katanya.
Pembangunan gedung sekolah ini telah mencapai 50 persen. Pekerja masih terus membangun gedung.
Dengan dibangunnya gedung ini, pemerintah desa berharap motivasi mengajar guru dan semangat memberikan ilmu kepada anak didik sejak dini makin meningkat.
Selain itu, juga memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap anak didik. Ke depan, pemerintah desa juga akan menambah fasilitas lainnya yang dibutuhkan sekolah.
Namun, realisasinya akan menyesuaikan anggaran desa.
“Gedung memang begitu dibutuhkan demi kenyamanan aktivitas belajar mengajar. Kami juga sudah sediakan mobil terbuka, seperti odong-odong agar siswa PAUD semangat bersekolah. Kendaraan ini merupakan fasilitas sekolah yang melakukan antar jemput siswa,” ujarnya.
Bangun Pendopo dan Irigasi
Pemerintah Desa Pegalangan Kidul secara bertahap meningkatkan aktivitas pemerintahan serta layanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan membangun pendopo kantor desa.
Pendopo ini berukuran 9 x 9 meter. Berada satu lokasi dengan gedung PAUD, di RT 1/RW 1, Dusun Krajan.
Pendopo dibeton. Dilengkapi tiang-tiang penyangga. Terlihat lebih kokoh dan diproyeksikan memiliki masa pemanfaatan yang lebih lama.
Keberadaan pendopo ini dirasa cukup penting. Sebab, bangunan ini merupakan pusat kegiatan desa. Mulai dari musyawarah desa, rapat dengan BPD, dan masyarakat.
Pendopo juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Seperti, penyaluran bantuan, posyandu, dan sosialisasi.
“Pemerintah desa membangun pendopo, baru terealisasi. Dengan adanya bangunan ini, mudah-mudahan bisa memberikan manfaat banyak. Khususnya dalam melayani masyarakat," bebernya.
Sementara itu, bidang ketahanan pangan pemerintah desa telah merealisasikan pembangunan dua irigasi.
Di antaranya, sepanjang 120 meter di RT 11/RW 3, Dusun Paras. Irigasi ini mampu mengairi sawah seluas 50 hektare.
Kemudian, pembangunan irigasi sepanjang 97 meter juga dilakukan di RT 15/RW 6, Dusun Bunut. Saluran ini mampu memenuhi kebutuhan irigasi belasan hektare sawah.
Pertanian desa cukup potensial dengan jenis tanaman padi, jagung, cabe, dan tembakau. Jenis tanaman yang ditanam menyesuaikan musim.
Dengan demikian, selama periode satu tahun, lahan pertanian terus ditanam.
“Mayoritas masyarakat masih banyak yang bekerja sebagai petani. Karena itu, irigasi kami bangun agar kesejahteraan bisa meningkat,” ujarnya. (ar/rud/*)
Editor : Jawanto Arifin