SUKAPURA, Radar Bromo-Polisi bergerak cepat menangani kecelakaan maut antara microbus Elf yang menabrak Honda Beat di jalur wisata Bromo, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Usai mengevakuasi korban, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama mengatakan, mobil yang dikendarai Didik mengalami kendala fungsi rem.
Sehingga, mobil tidak bisa dikendalikan. Mobil lantas menabrak motor dan tembok di Jalan Raya Ngepung.
“Kecelakaan terjadi diduga karena kealfaan dan kelalaian Didik. Dia juga diduga kurang konsentrasi sewaktu mengemudi,” terangnya.
Kecelakaan itu sendiri terjadi sekitar pukul 09.30, Sabtu (17/8).
Kecelakaan bermula saat sebuah mikrobus Isuzu Elf bernopol S 7034 NB melaju dari arah Bromo.
Elf disopiri Didik dengan membawa 19 penumpang. Mereka dalam perjalanan pulang setelah berlibur di Gunung Bromo.
Awalnya perjalanan itu tanpa masalah. Namun, sampai di Jalan Raya Ngepung, petaka terjadi.
Saat melewati jalan menurun dan menikung, tiba-tiba sopir Elf kehilangan kendali atas mobilnya.
Elf yang melaju dari selatan ke utara itu berjalan oleng, bahkan masuk ke jalur berlawanan.
Di saat yang sama, melintas motor Honda Beat nopol N 2412 RL dari arah berlawanan.
Motor dikendarai Ahmad Nur Fadil, 20, warga Kelurahan Kebonsari Wetan, Kanigaran, Kota Probolinggo. Dia membonceng temannya, Ainun Nabila dan hendak menuju Bromo.
Tak ayal, tabrakan terjadi antara keduanya. Elf langsung menabrak Honda Beat. Mobil lantas menghantam tembok Hotel Jawa Lilly Caffe hingga membuatnya roboh.
Dua orang meninggal dalam insiden tersebut. Yaitu Ainun Nabila, 20, warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
Ainun merupakan penumpang motor Honda Beat. Saat itu, Ainun hendak berwisata ke Gunung Bromo.
Sementara korban yang lain yaitu, Didik Susanto, 42, warga Surabaya. Dia adalah sopir Elf, rombongan wisata dari Surabaya. (mg2/hn)
Editor : Muhammad Fahmi