Hari ini (26/6), Jawa Pos Radar Bromo genap berusia 25 tahun. Atau sudah seperempat abad membersamai pembacanya. Sebuah usia yang cukup panjang untuk sebuah media lokal dengan segala dinamikanya.
Lahir di era reformasi, tepatnya 26 Juli 1999. Mengusung tagline: Dari Bromo untuk Demokratisasi Daerah, Jawa Pos Radar Bromo menjawab kebutuhan informasi dan ruang publik para stakeholders lokal.
Namun demikian, tidak mudah untuk bertahan dan berkembang hingga usia 25 tahun ini. Banyak tantangan sejak awal kelahirannya. Diawali dengan menjamurnya media cetak saat reformasi. Jawa Pos Radar Bromo sebagai media baru, harus bersaing agar tetap tumbuh dan berkembang.
Tantangan berikutnya, Covid-19. Saat itu, semua bisnis terpuruk. Termasuk perusahaan media. Bahkan, tidak sedikit yang gulung tikar. Selesai Covid-19, harus menghadapi era digital yang ditandai dengan hadirnya media sosial (medsos) dan online.
Namun, semua tantangan itu bisa dihadapi dan dilalui dengan baik. Jawa Pos Radar Bromo tetap eksis dan sehat secara bisnis.
Menjadi referensi bagi masyarakat Kota/Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, dalam mencari beragam informasi di tengah maraknya berita hoax.
Semua itu tidak lepas dari kepercayaan (trust) pembaca kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Berita yang berkualitas dan tidak hoax, menjadi salah satu penyebabnya. Masyarakat mendapatkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak meresahkan.
Komitmen menyajikan berita berkualitas dan sesuai kaidah jurnalistik ini, dipegang teguh sejak awal kelahirannya hingga saat ini.
Apa pun platformnya, jika beritanya tidak berkualitas, akan ditinggalkan pembaca. Pun sebaliknya. Jika beritanya berkualitas, akan tetap eksis dan diminati pembaca.
Sebagai sebuah perusahaan media, eksistensi Jawa Pos Radar Bromo juga tidak lepas dari support para stakeholders.
Mulai pemerintah daerah, pebisnis, swasta, hingga elemen masyarakat lainnya. Tanpa dukungan mereka, mustahil Jawa Pos Radar Bromo akan bertahan hingga saat ini.
Untuk beradaptasi dengan zaman, Jawa Pos Radar Bromo juga terus berinovasi. Selain cetak, saat ini didukung beragam platform digital. Mulai website hingga media sosial (medsos).
Ini memberikan banyak pilihan kepada pembaca. Apakah mau membaca koran cetak atau online. Semuanya ada.
Termasuk mulai mengambangkan unit bisnis lain. Salah satunya, Event Organizer (EO) dan Tour & Travel. Unit ini dikelola untuk mendukung core business perusahaan dengan memberikan benefit kepada klien. Yakni, publikasi baik cetak dan online, di setiap kegiatan yang digelar Jawa Pos Radar Bromo.
Karena itu, peringatan HUT ke-25 Jawa Pos Radar Bromo ini mengambil tema: Bersama Kita Hebat. Hanya dengan kebersamaan dan kolaborasi bersama para stakeholders, Jawa Pos Radar Bromo bisa eksis dan berkembang sampai saat ini.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada para stakeholders dan pembaca di Kota/Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan. Tanpa mereka, kami bukan siapa-siapa. Karena mereka, Jawa Pos Radar Bromo tetap eksis sepanjang masa. (*)
Editor : Muhammad Fahmi