POTENSI ekonomi warga Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, ditopang dari hasil laut. Pemerintah desa pun terus berusaha memaksimalkannya.
Salah satunya dengan memberikan bantuan alat tangkap untuk nelayan.
Warga Desa Penambangan yang berprofesi sebagai nelayan lebih dari 180 kepala keluarga. Mereka menggantungkan perekonomiannya dalam pelayaran yang tak pasti.
Pasang surutnya pendapatan mereka mendapat perhatian serius dari pemerintah desa.
“Potensi besarnya desa ini hasil laut. Banyak masyarakat kami yang menjadi nelayan. Melaui program khusus, kami dorong untuk keberhasilan yang lebih maksimal,” ujar Pj Kepala Desa Penambangan Yudi Catur Eka Prasetya dalam gelaran Monitoring dan Evaluasi APBDes tahap 1 di kantor Desa Penambangan.
Perhatikan pemerintah desa dibuktikan melalui program pengadaan bubu, khusus untuk menangkap rajungan. Ada ribuan bubu yang diberikan kepada nelayan.
“Ada 6.100 bubu. Bubu ini untuk membantu nelayan agar dapat digunakan sebagai alat tangkap rajungan,” ujarnya.
Pengadaan bubu ini bagian dari program ketahanan pangan desa. Tujuannya, untuk meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, dan bermutu.
“Kami berharap program ketahanan pangan ini dapat meningkatkan hasil nelayan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia,” harapnya.
Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi ini, dihadiri Camat Pajarakan Sudarmono, Pj Kepala Desa, juga memaparkan tentang upaya pencegahan dan pengentesan stunting. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Posyandu.
“Pemberian makanan tambahan menjadi salah satu upaya kami di bidang kesehatan dalam mencegah terjadi stunting dan menjaga kesehatan masyarakat. Mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia kami beri PMT (pemberian makanan tambahan),” jelasnya.
Bangun Sumur Bor, Penuhi Kebutuhan Air Bersih
Kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Penambangan. Seperti kebutuhan air untuk konsumsi dan penerangan jalan umum (PJU). Dua-duanya digarap tahun ini.
Pembangunan sumur bor dilakukan di dua titik. Di Dusun Sawahan dan Dusun Gilin. Sumur bor ini dibangun di wilayah yang mudah dijangkau masyarakat, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memanfaatkannya.
“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga menjadi perhatian kami. Dua sumur bor yang dibangun diharapkan dapat menjadi solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujar Pj Kepala Desa Penambangan Yudi Catur Eka Prasetya.
Dengan adanya sumur bor ini, kini warga lebih mudah mendapatkan air bersih. Baik untuk keperluan memasak, mandi, maupun kebutuhan lainnya.
“Sebelum ada sumur bor ini, masyarakat cukup kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Dengan adanya sumur bor ini kami harap dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Demi meningkatkan keamanan desa, pemerintah desa melengkapi jalan desa dengan lampu penerangan jalan umum (PJU). Dengan adanya PJU, kini warga lebih nyaman ketika beraktivitas pada malam hari. “Kami bangun enam unit PJU di Dusun Krajan. Agar masyarakat tidak waswas saat beraktivitas malam hari,” ujarnya.
Sejumlah potensi dan pembangunan infrastruktur maupun program yang dilakukan Pemerintah Desa Penambangan mendapatkan apresiasi dari Camat Pajarakan Sudarmono. Ia berharap kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
“Program pemerintah desa sudah cukup bagus. Kami berharap masyarakat bisa terbantu dan semakin sejahtera. Tidak hanya di Desa Penambangan, seluruh desa di Kecamatan Panjarakan, kami harapkan hal yang sama,” ujarnya. (mu/rud/*)
APBDES PEMERINTAH DESA PENAMBANGAN TAHUN ANGGARAN 2024
PENDAPATAN
Pendapatan transfer -- Rp 1.972.710.013,00
Pendapatan asli desa -- Rp 0,00
Pendapatan lain-lain -- Rp 0,00
Jumlah -- 1.972.710.013,00
BELANJA
Belanja pegawai -- Rp 321.776.720,00
Belanja barang dan jasa -- Rp 637.547.319,01
Belanja modal -- Rp 848.758.000,00
Belanja tidak terduga -- Rp 240.847.800,00
Jumlah -- Rp 2.048.929.839,01
Surplus/(defisit) -- Rp (76.219.826,01)
PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan -- Rp 76.219.826,01
Silpa tahun sebelumnya -- Rp 76.219.826,01
Pembiayaan netto -- Rp 76.219.826,01
Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00