Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mobil Kiai Abu Nawas Tertabrak KA, Terseret Sejauh 300 Meter, Begini Kesaksian Warga

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 15 Juli 2024 | 21:18 WIB
RUSAK: Mobil yang kendarai Kiai Abu Nawas, rusak setelah tertabrak KA di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (13/7) malam.
RUSAK: Mobil yang kendarai Kiai Abu Nawas, rusak setelah tertabrak KA di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (13/7) malam.

LECES, Radar Bromo- Nahas menimpa seorang kiai asal Sidoarjo, Kiai Abu Nawas. Sepulang pengajian di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api (KA), Sabtu (13/7) malam.

Syukur, Kiai Abu Nawas bersama dua orang lainnya yang berada dalam satu mobil selamat. Mereka berhasil menyelamatkan diri sebelum KA menyasak mobilnya yang macet di tengah perlintasan KA.

Kecelakaan terjadi di jalur perlintasan KA di Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 23.30. Terdapat tiga orang dalam mobil Kijang Innova bernopol L 1452 EV itu. Salah satunya Kiai Abu Nawas.

Waktu itu, rombongan Kiai Abu Nawas hendak pulang ke Sidoarjo setelah mengisi pengajian di Desa Tigasan Kulon. Saat melintas di perlintasan sebidang KA, mobilnya tersangkut. Tidak bisa dimajukan ataupun dimundurkan.

“Memang agak tinggi perlintasan kereta apinya. Tiba-tiba saat pulangnya itu nyangkut. Sopirnya masih terus berusaha agar mobilnya bisa bergerak, namun nggak berhasil,” ujar salah seorang warga sekitar lokasi kejadian, Halim, 50.

Malam itu, di belakang mobil ada seorang penjual pentol, Buari. Ia berusaha membantu mendorong mobil yang dinaiki Kiai Abu Nawas. Namun, melihat KA yang melaju dari timur.

Mendapati itu, Buari menggedor-gedor pintu mobil. Meminta semua yang di dalam mobil keluar, menyelamatkan diri. Mereka pun bergegas. Syukur semuanya sempat keluar sebelum mobil tertabrak KA.

Mobil putih itu pun terseret sejauh sekitar 300 meter ke arah barat. KA Blambangan Ekspres itu juga berhenti. Menunggu evakuasi mobil yang tersangkut dan melakukan pemeriksaan rangkaian.

Warga sekitar yang mendengar kejadian ini, merapat ke lokasi kejadian. Mereka berusaha mengevakuasi mobil dari jalur KA. Puluhan warga itu pun mendorong mobil ke selatan agar bisa dipinggirkan.

Kanit Gakkum Polres Probolinggo Ipda Aditya Wikrama membenarkan adanya kejadian ini. Ia memastikan tidak ada korban jiwa. “Karena tidak ada korban, sehingga tidak berkenan ditangani. Tidak ada permasalahan dan diselesaikan sendiri,” katanya.

Manajer Hukum dan Humas Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, akibat kejadian ini, KA Blambangan Ekspres berhenti sejenak. Menunggu mobil dievakuasi dan melakukan pemeriksaan rangkaian.

Selesai evakuasi dan pengecekan rangkaian, pukul 23.46, KA melanjutkan perjalanannya. Namun, belum lama berjalan, masinis menginformasikan alat perangkai rusak. “Setelah dilakukan pengecekan, demi keselamatan kereta api melanjutkan menuju Stasiun Probolinggo dengan kecepatan 30 kilometer per jam," ujar Cahyo.

Di Stasiun Probolinggo, KA Blambangan Ekspres tujuan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, itu dilakukan tukar lokomotif dengan KA Blambangan Ekspres tujuan Ketapang. Karenanya, KA Blambangan Ekspres tujuan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng diberangkatkan dari Stasiun Probolinggo pukul 00.37 terlambat 56 menit.

Sedangkan, KA Blambangan Ekspres tujuan Ketapang diberangkatkan pukul 01.28. Mengalami kelambatan 102 menit. “Sehingga, total kelambatan dari kedua kereta api tersebut mencapai 158 menit,” ujar Cahyo. (mg2/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kecelakaan #abu nawas #kereta api