DINAS Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemkot Probolinggo sukses menggelar Malam Penganugerahan Pemenang Lomba Cipta Desain Motif Batik Khas Kota Probolinggo. Rabu (3/7) malam, kegiatan ini digelar di venue utama Semipro 2024 di Alun-Alun Kota Probolinggo.
Rangkaian Lomba Cipta Desain Motif Batik Khas Kota Probolinggo dilaksanakan sejak 8 Mei. Tercatat, ada 109 desain yang masuk dari 109 peserta. Dari ratusan karya itu, kemudian dipilih 10 karya terbaik. Kamis (13/6), 10 desain motif batik terbaik pilihan dewan juri resmi diumumkan. Disperinaker pun mencetaknya menjadi kain batik sesungguhnya.
Sepuluh karya terbaik itu, di antaranya karya Anik Wijayanti (013) Sulur Manggur; Eva Sugiarti (019) Sulur Mangga Anggur; dan Unik Nur Sutami (021) Sekar Arum Bayuangga. Kemudian, ada Razali Krisnanto (023) Pesona Bayuangga; Mujiono (024) Mangga Anggur Kaltabayu; dan Heny Ratna Sari (031) Ayu Ning Jagad.
Juga ada karya Aisha Alvanitadewi R (063) Taman Sari; Made Malvinas (065) Mantra; Friday Purnama Sari (066) Sekar Sari; serta Firman Abidin Arsyad (085) Jaran Bodag Mangga Anggur.
Puncaknya, 10 desain motif batik terbaik ini diperagakan dalam fashion show pada Malam Penganugerahan Pemenang Lomba Cipta Batik Khas Kota Probolinggo. Alhasilnya, juara I diraih oleh Friday Purnama Sari dengan motif bernama Batik Sekar Sari.
“Memang awalnya saya ingin masyarakat Kota Probolinggo ikut ambil bagian dalam menciptakan dan memperkaya motif batik khas Kota Probolinggo,” ujar Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis.
Ia berharap batik khas Kota Probolinggo bisa memperkuat ikon batik khas anggur dan mangga yang sudah ada. Sehingga, Kota Probolinggo bisa lebih dikenal dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kepala Disperinaker Kota Probolinggo Budiono Wirawan mengamini bahwa kegiatan yang kali pertama digelar ini untuk menggali ide kreatif masyarakat dalam merancang corak baru batik yang menjadi ciri khas Kota Probolinggo.
“Ikon utamanya adalah mangga dan anggur. Selain menjadi promosi bagi Kota Probolinggo, yang terpenting adalah menjadi salah satu upaya kami untuk mendukung pelaku IKM/UMKM batik dalam meningkatkan daya saing dan fasilitasi promosi,” katanya.
Budiono mengapresiasi peran serta semua pihak. Terutama dewan juri. Di antaranya, Pj Ketua Dekranasda Kota Probolinggo RR. Dewi Maharani Nurkholis; Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur Wirasno; dan Budayawan Kota Probolinggo Peny Priyono.
Begitu juga dengan dukungan semua pihak. Mulai dari pengusaha, BUMN, dan perbankan. Di antaranya, PT PLN UP3 Pasuruan, pengusaha Gaharu Kota Probolinggo, PT PGN Sales and Operation Region III Surabaya, Keraton Kain & Fashion, BPJS Kesehatan & BPJS Ketenagakerjaan Kota Probolinggo, dan PT KTI Probolinggo. (*)
Editor : Ronald Fernando