Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Temukan Demam Berdarah, Desa Dringu-Probolinggo Di-Fogging

Achmad Arianto • Minggu, 23 Juni 2024 | 16:50 WIB
PERANGI DBD: Petugas melakukan fogging di Kecamatan Dringu. Tercatat, ada belasan kasus DBD di Kecamatan Dringu.
PERANGI DBD: Petugas melakukan fogging di Kecamatan Dringu. Tercatat, ada belasan kasus DBD di Kecamatan Dringu.

DRINGU, Radar Bromo- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo, terus menjadi perhatian serius. Kasusnya tembus ribuan. Bahkan, 19 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sumbangan kasus baru muncul di Desa/Kecamatan Dringu. Terdapat tiga penderita dalam satu dusun atau dalam satu gang di Desa/Kecamatan Dringu. Karenanya, untuk menanggulangi penyebarannya, Puskesmas Dringu melaksanakan fogging.

 

 

Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia mengatakan, fogging dilakukan Rabu (19/6) lalu. Ada tiga dusun yang di-fogging. Meliputi Dusun Bandaran, Krajan, dan Dusun Tambak. “Hasil dari PE (Penyelidikan Epidemiologi) disimpulkan, memang perlu di-fogging,” ujarnya.

Di Kecamatan Dringu, terdata terdapat 14 kasus DBD. Belasan kasus itu telah ditindaklanjuti dengan PE. Untuk memaksimalkan penanganan DBD, upaya pemberantasan sarang nyamuk turut dilakukan. Petugas juga melakukan fogging.

Reni mengatakan, fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti dewasa, penyebab penyakit DBD. Di samping itu, juga memutus rantai penularan dan menekan jumlah nyamuk agar risiko penyakit DBD dapat ditekan.

 

 

“Ketika ada pasien, kami edukasikan penanganan demam bagaimana pasien tidak kekurangan cairan. Jika demam sudah melewati tiga hari, kami sarankan cek laboratorium ke faskes terdekat. Keluarga pasien juga harus membersihkan lingkungan rumah masing-masing,” jelasnya.

Diketahui, sejak Januari sampai Rabu (12/6), terdapat 1.777 kasus DBD. Dari ribuan kasus tersebut, 19 pasien di antaranya meninggal dunia.

Wilayah terbanyak ditemukan kasus DBD, di antaranya di Kecamatan Paiton. Di wilayah Puskesmas Paiton terdapat 240 kasus dan wilayah Jabungsisir terdapat 83 kasus. Kemudian, Kecamatan Besuk temuan dari Puskesmas Besuk 125 kasus dan Puskesmas Bago 75 kasus. Serta, Kecamatan Kraksaan 168 kasus dan Kecamatan Tiris temuan dari Puskesmas Tiris 27 kasus dan Puskesmas Ranugedang 83 kasus. (ar/rud)

Editor : Ronald Fernando
#nyamuk #dbd #fogging #demam berdarah