Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belum Tahu Kapan Air Terjun Madakaripura Buka Lagi setelah Banjir Bandang

radar bromo • Rabu, 5 Juni 2024 | 19:05 WIB

 

MASIH TUTUP: Wisata Madakripura saat masih dibuka dan dikunjungi wisatawan.
MASIH TUTUP: Wisata Madakripura saat masih dibuka dan dikunjungi wisatawan.

 

 

DRINGU, Radar Bromo - Air Terjun Madakaripura tutup sejak lima bulan lalu. Sampai saat ini destinasi wisata penunjang Bromo itu juga belum dibuka.

Sebab untuk bisa dibuka masih menunggu jalan setapak yang masih rusak diperbaiki.

Pihak pemangku kebijakan telah mengkaji terhadap kondisi di Madakripura. Sebabnya, dari kajian sementara, keputusan untuk dibukanya Madakaripura belum bisa jalan setapak yang rusak, harus diperbaiki terlebih dahulu.

“Ditutup sampai jalan setapaknya sudah ada. Kami sudah membuat usulan perbaikan jalan setapak itu ke provinsi, tapi sampai saat ini masih belum ada jawaban,” kata Kabid Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kabupaten Probolinggo Umi Subiyatiningsih.

Menurutnya, wisata tersebut masih memiliki potensi terjadinya banjir bandang.

Apalagi jika cuaca tak menentu. Beberapa hari yang lalu, wilayah sekitar Madakaripura masih turun hujan.

Selain itu, hewan liar seperti monyet juga menjadi ancaman tidak terduga bagi pengunjung.

Monyet tersebut ketika bermaian dan melompat-lompat di antara pepohonan dan tebing, bisa mengakibatkan batuan kecil jatuh dan mengenai pengunjung di bawahnya.

Walaupun kecil, jika jatuhnya tinggi akan sakit saat mengenai tubuh.

Untuk hal ini pihak pemangku kebijakan akan memberi petugas yang berjaga di atas untuk menagamankan hewan liar itu. Selain itu petugas yang berjaga di atas tebing akan memantau kondisi cuaca.

Jika nantinya berpotensi turun hujan, maka akan segera mengimbau pengunjung untuk meninggalkan lokasi.

Selain itu yang menjadi evaluasi dari pihak pemangku kebijakan, harus ada tenaga medis yang yang stand by di lokasi setidaknya dua orang.

Hal ini bertujuan agar menjadi pertolongan saat terjadi kecelakaan atau pun jika ditemukan kondis pengunjung yang kurang fit.

“Kalau dari kami, akumulasinya itu sebenarnya untuk tahun ini tidak bisa, apalagi tahun kemarin rekofusing. Hapannya pun yang dibangun, jalan yang pastinya itu aman dan nyaman. Artinya dana yang akan dikeluarkan bukan main-main,” katanya.

Hingga saat ini, wisata air terjun ini masih beroprasi walau tidak dibuka secara resmi.

Pihak pemangku kebijakan akan memberi pemahaman kepada pelaku wisata untuk tidak beroprasi terlebih dahulu mengingat masih berisiko terjadi bencana seperti banjir bandang.

Jika ada pelaku wisata yang masih memaksa untuk beroprasi maka segala risiko merupakan tanggung jawab personal.

Sebagai gantinya, masyarakat yang menggantungkan perekonominnya pada wisata tersebut, akan memberi pemahaman tentang potensi-potensi yang bisa menjadi sumber perekonomian mereka. Seperti kebun durian, usaha kerajinan dan lain-lainnya. (mg2/fun)

Editor : Abdul Wahid
#banjir bandang #madakaripura #air terjun