Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Gedung PAUD-TK di Desa Boto Lumbang Sekarang Lebih Nyaman, Siswa jadi Semangat Bersekolah

Achmad Arianto • Rabu, 5 Juni 2024 | 13:05 WIB
LEBIH NYAMAN: Pj. Kepala Desa Boto Matraji berbincang dengan Guru PAUD Tunas Harapan. Gedung sekolah sudah selesai direhab beberapa bulan lalu.
LEBIH NYAMAN: Pj. Kepala Desa Boto Matraji berbincang dengan Guru PAUD Tunas Harapan. Gedung sekolah sudah selesai direhab beberapa bulan lalu.

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Boto, Kecamatan Lumbang berupaya menyeimbangkan pembangunan desa. Fasilitas pendidikan dan infrastruktur pendukung program ketahanan pangan menjadi sasaran pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan.

Pendidikan merupakan hal dasar sekaligus tonggak perkembangan dan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM).

Suksesnya bidang pendidikan bukan hanya ditentukan oleh kualitas tenaga pengajar.

Namun juga perlu tersedia sarana dan prasarana penunjang terselenggaranya pendidikan. Salah satunya adalah gedung sekolah.

Keberadaan gedung sebagai tempat melaksanakan aktivitas belajar mengajar haruslah diperhatikan dengan baik. Sebab sangat berpengaruh pada kenyamanan belajar mengajar.

DIREHAB: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (pakai baju keki) bersama perangkat desa meninjau rehab gedung TK Tunas Bangsa.
DIREHAB: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (pakai baju keki) bersama perangkat desa meninjau rehab gedung TK Tunas Bangsa.
KOMPAK: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (lima dari kiri) berfoto bersama perangkat desa.
KOMPAK: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (lima dari kiri) berfoto bersama perangkat desa.

Pj. Kepala Desa Boto Matraji mengatakan, di tahun ini Pemdes Boto melaksanakan rehab dua bangunan sekolah yakni sekolah PAUD Tunas Harapan dan TK Tunas Bangsa.

Pembangunan ini dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi bangunan yang sudah rapuh sehingga kondisinya kurang nyaman kegiatan belajar mengajar.

“Ada dua gedung fasilitas pendidikan desa yang saat ini menjadi target pembangunan. Dua bangunan sekolah ini sudah lama dibangun perlu dilakukan rehab,” katanya.

Gedung PAUD Tunas Harapan berlokasi di RT 7/RW 2, Dusun Krajan memiliki ukuran 11,6 x 6,2 meter. Memiliki 30 siswa yang aktif bersekolah. Gedung sekolah ini dibangun sekitar tahun 2011. Konstruksinya mulai rapuh lantaran termakan usia dan cuaca, sehingga membutuhkan pemeliharaan pada bangunan sehingga lebih aman dan nyaman. Kini rehab gedung sekolah sudah selesai, siap untuk digunakan untuk belajar mengajar siswa.

Sementara gedung TK Tunas Bangsa berada di RT 9/RW 3, Dusun Krajan memiliki ukuran 9 x 1,6 meter.

Gedung dibangun pada tahun 2018. Seiring berjalannya waktu beberapa sudut bangunan mengalami kerusakan dan bangunan yang terbuat dari kayu mulai keropos.

Karena itulah Pemerintah Desa Boto memutuskan untuk melakukan rehab pada bangunan tersebut. Sekolah yang memiliki 40 siswa tersebut kini masih proses rehab.

Dua gedung yang direhab tersebut memiliki memiliki jumlah siswa yang relatif banyak.

Tak heran pada setiap jam sekolah, lingkungan sekitar cukup ramai. Bukan hanya siswa yang bersekolah tetapi juga para ibu/bapak atau saudara siswa yang saat itu sedang mengantar sekolah.

“Gedung PAUD sudah selesai direhab beberapa bulan lalu. Sementara gedung TK saat ini masih proses rehab mungkin sudah mencapai 90 persen. Gedung sekolah nyaman tentunya siswa lebih nyaman dan semangat untuk bersekolah” tandasnya.

 

Wujudkan Ketahanan Pangan, Bangun Infrastruktur Pertanian

Mayoritas wilayah Desa Boto masih berupa lahan pertanian produktif. Tidak heran jika masih banyak warga setempat yang menggantungkan hidupnya bekerja sebagai petani.

Kondisi demikian rupanya menjadi perhatian serius pemerintah desa setempat untuk melakukan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur sektor pertanian.

Hal ini kemudian ditindaklanjuti Pemdes Boto dengan melakukan pemetaan seluruh infrastruktur pertanian yang ada.

LANCAR: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (pakai baju keki) bersama perangkat desa mengecek saluran irigasi yang selesai dibangun di RT 9/RW 3, Dusun Krajan.
LANCAR: Pj. Kepala Desa Boto Matraji (pakai baju keki) bersama perangkat desa mengecek saluran irigasi yang selesai dibangun di RT 9/RW 3, Dusun Krajan.

Hasilnya diketahui ada belasan infrastruktur baik jalan, Tembok Penahan Tanah (TPT) dan saluran irigasi yang kondisinya masih belum layak bahkan kondisinya rusak. Sementara areal pertanian cukup luas sehingga perlu dilakukan pembangunan.

“Masih banyak lahan pertanian produktif di Desa Boto. Setiap tahun kami lakukan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan pada sektor pertanian,” ujar Pj. Kepala Desa Boto Matraji.

Infrastruktur yang sudah dibangun diantaranya adalah saluran irigasi sepanjang 306 meter di RT 9/RW 3, Dusun Krajan. Wilayah ini memiliki wilayah cakupan lahan pertanian yang cukup luas.

Terdapat 54 hektare lahan pertanian yang dapat dijangkau oleh saluran irigasi ini. Dengan komoditas unggulan padi, jagung dan kacang tanah. Baiknya kondisi irigasi mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pertanian.

“Sebelumnya irigasi berupa tanah. Namun saat ini sudah kami bangun dan konstruksinya lebih kuat,” katanya.

Infrastruktur lainnya yang sudah selesai dibangun adalah jalan usaha tani sepanjang 250 meter di RT 4/RW 2, Dusun Kaburan. Ruas jalan dibangun menggunakan konstruksi rabat beton. Sebab dirasa cocok dengan kondisi tanah sehingga lebih kuat dan memiliki masa penggunaan yang lebih lama.

Ruas jalan yang dibangun sebelumnya berkonstruksi tanah sering dikeluhkan oleh masyarakat. Khususnya saat masuk musim hujan jalan menjadi lebih licin dan berbahaya bagi warga yang melintas. Risiko ini menjadi lebih parah saat warga yang melintas mengangkut hasil panen.

“Jalan juga memiliki manfaat untuk mempermudah mobilisasi hasil panen dari sawah. Dengan demikian mampu menekan biaya operasional dan tingkat keuntungan hasil pertanian juga menjadi meningkat,” pungkasnya. (ar/fun/*)

Editor : Jawanto Arifin
#desa boto #kecamatan lumbang #transparansi desa