Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Belum Resmi Beroprasi, Warga Sediakan Jalur Tikus Menuju Air Terjun Madakaripura Probolinggo

Ronald Fernando • Minggu, 26 Mei 2024 | 16:00 WIB
MASIH TUTUP: Sejumlah pengunjung berwisata ke Air Terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang, melintasi jalur yang disediakan warga, Sabtu (25/5).
MASIH TUTUP: Sejumlah pengunjung berwisata ke Air Terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang, melintasi jalur yang disediakan warga, Sabtu (25/5).

LUMBANG, Radar Bromo- Destinasi wisata Air Terjun Madakaripura, Kabupaten Probolinggo, ditutup sejak sekitar empat bulan terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah pelaku wisata di daerah ini tak sabar. Apalagi, sejauh ini belum jelas kapan wisata alam ini akan kembali dioperasionalkan.

Di samping itu, jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan Air Terjun Madakaripura, terus berdatangan. Kondisi ini semakin membuat sejumlah pelaku wisata tak rela menunggu lebih lama. Akhirnya, mereka menyediakan jalur “tikus” agar wisatawan tetap bisa menikmatinya.

Sejumlah warga mengoperasikannya secara tidak resmi. Salah seorang pelaku wisata Air Terjun Madakaripura, Karnoyo, 46, mengatakan, sejak Madakaripura, ditutup, masyarakat sekitar mulai kebingungan berkaitan dengan masalah perekonomian. Sebab, mayoritas masyarakat menggantungkan perekonomiannya dari tempat wisata ini.

 

 

Karena itu, sejumlah masyarakat sepakat mengoprasikannya, sejak Senin (20/5). Mereka menilai Madakaripura, sudah aman. Cuaca tidak hujan. Jalur alternatif sebagai mengganti jalur utama yang terkena longsor akhir Januari lalu, juga sudah siap.

Sejumlah warga pun menyediakan jalan khusus. Jalur “tikus” ini berada di sisi selatan pintu masuk. Namun, pengunjung yang masuk tidak mendapatkan tiket. Begitu juga dengan guide, tidak mematok tarif. Mereka hanya meminta upah seikhlasnya dari pengunjung.

Para guide juga menjelaskan kepada pengunjung, bahwa wisata Madakaripura belum dibuka secara resmi. “Pengunjung juga tidak mendapat asuransi. Mereka juga membayar ke kami berapa pun. Seikhlasnya,” katanya.

 

 

Untuk jasa ojek masih tetap, Rp 30 ribu untuk pulang pergi. “Pelaku wisata di sini mulai menata lagi agar pengunjung tetap nyaman. Seperti ojek dan guide membuat seragam dan ada nama di dadanya. Agar pengunjung lebih percaya,” jelas Karnoyo.

Meski belum dibuka secara resmi, kata Karyono, jumlah pengunjung juga banyak. Hampir sepekan dibuka, setiap hari pengunjung mencapai sekitar 100 orang. Termasuk wisatawan mancanegera.

Salah satu pengunjung, Qomariah, 25, mengaku mau masuk ke Madakaripura yang tidak dibuka secara resmi, karena sudah terlanjur sampai di lokasi. Sebelumnya, tidak mengetahui jika ternyata wisata madaripura masih tutup.

 

 

“Saya tahu risikonya, tapi dari guide sudah menyakinkan bahwa aman selama mengikuti arahannya, ya saya ikut saja. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Saya bisa menikmati keindahan wisata ini,” ujar warga Kabupaten Malang ini.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diskopar) Kabupaten Probolinggo Bambang Heri Wahyudi mengatakan, wisata Air Terjun Madakaripura, memang belum dibuka. Masih ada pertimbangan dari kepolisian.

“Kalau kami sudah setuju agar dibuka. Tinggal nanti harus memperhatikan beberapa hal. Seperti, wajib menggunakan helm dan disediakan pertolongan pertama pada kecelakaan. Minggu depan akan diadakan rapat dan dikaji bersama layak atau tidaknya untuk dibuka,” katanya.

Terpisah, Kasat Pangamanan Objek Vital Polres Probolinggo AKP Didik Siswanto mengaku, masih akan berkoordinasi dengan Polsek Lumbang, untuk menyikapi wisata Madakaripura. “Coba saya tanyakan ke Polsek yang punya wilayah,” katanya. (mg2/rud)

 

Editor : Ronald Fernando
#wisata #madakaripura #air terjun