INFRASTRUKTUR yang berada di desa belum seluruhnya layak. Kondisi demikian menjadi atensi Pemerintah Desa/Kecamatan Tegalsiwalan.
Tahun ini, beberapa ruas jalan menjadi target pembangunan desa.
Banyak pertimbangan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa untuk merencanakan sebuah pembangunan.
Kemudian merealisasikannya secara bertahap. Salah satu yang menjadi pertimbangan, adalah manfaat yang diperoleh saat fisik bangunan sudah rampung dibangun.
Bendahara Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, Rudi Hariyanto mengatakan, pertimbangan tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Desa/Kecamatan Tegalsiwalan.
Tahun ini, pembangunan desa masih fokus untuk membangun jalan poros desa yang memiliki banyak manfaat.
Setidaknya, ada 3 ruas jalan poros desa yang menjadi target peningkatan kualitas.
“Sebelumnya, sudah kami petakan. Ada beberapa ruas jalan poros desa yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Akan tetapi dalam realisasinya, kami sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh desa,” kata Rudi.
Ruas jalan yang menjadi sasaran pembangunan, adalah dua titik ruas jalan di RT 4/RW 1, Dusun Krajan.
Peningkatan ruas jalan ini dilakukan dua kali, yakni sepanjang 700 meter dan 300 meter.
Sementara jalan tersebut, memiliki lebar 2,5 meter. Semula, ruas jalan setempat, berupa aspal.
Namun, karena termakan oleh cuaca dan usia, maka permukaan aspal menjadi mengelupas.
Bahkan, beberapa titik ruas jalan rusak dan berlubang. Sehingga, perlu dilakukan peningkatan kualitas jalan.
“Kami melakukan pengaspalan lapisan penetrasi (Lapen). Hal ini berdasarkan survey yang sudah kami lakukan. Ternyata, masih memungkinkan untuk dilakukan rehabilitasi dengan cara Lapen,” bebernya.
Jalan poros Dusun Krajan ini, merupakan akses penting. Melalui jalan tersebut, dapat dijangkau 35 hektare lahan pertanian milik warga.
Dengan tanaman unggulan berupa bawang merah, padi, dan jagung.
Banyak warga yang melintasi jalan untuk ke sawah. Saat masuk masa panen, kendaraan roda empat, baik pikap maupun truk, kerap melintas untuk mengangkut hasil panen.
Selain itu, ruas jalan Dusun Krajan juga merupakan akses menuju Kantor Desa Tegalsiwalan.
Pentingnya ruas jalan ini, mengharuskan Pemerintah Desa segera melakukan pembangunan.
Tujuannya, agar kondisi jalan menjadi nyaman. Nyamannya jalan untuk dilintasi, akan berdampak pada biaya operasional pertanian.
Serta mempermudah warga sekitar, melakukan aktivitas sehari-hari.
Ruas jalan lainnya yang menjadi target pembangunan tahun ini, adalah ruas jalan sepanjang 339 meter di RT 12-13/RW 2, Dusun Sumber Muning.
Ruas jalan tersebut, merupakan akses menuju permukiman warga, yang dihuni oleh 300 kepala keluarga.
Sekaligus, akses utama menuju Pondok Pesantren yang memiliki lembaga pendidikan MI, MTs, dan MA.
“Jalan Dusun Krajan sudah kami bangun. Kondisinya saat ini, sudah nyaman untuk dilintasi warga. Untuk jalan Dusun Sumber Muning, rencana kami bangun tahap kedua,” bebernya.
Perkuat Bahu Jalan dengan TPT
Penguatan bahu jalan, turut juga dilakukan oleh Pemerintah Desa/Kecamatan Tegalsiwalan.
Hal ini perlu direalisasikan, lantaran belum semua bahu jalan memiliki struktur yang kuat.
Sementara, volume pengguna jalan cukup tinggi. Bukan hanya kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat bermuatan hasil panen, melintas pada ruas jalan setempat.
Pemerintah Desa Tegalsiwalan berencana membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di dua lokasi.
Di antaranya, TPT sepanjang 199 meter dengan ketinggian 70 sentimeter di RT 2/RW 1, Dusun Krajan. Dan TPT sepanjang 25 meter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan.
“Ada dua ruas jalan yang akan kami lengkapi TPT. Sebab, bahu jalannya masih berupa tanah biasa, sehingga perlu ada penguatan tambahan,” kata Bendahara Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, Rudi Hariyanto.
Ia menjelaskan, pembangunan TPT penting dilakukan. Sebab, pengendara roda empat muatan hasil panen yang melintas, kerap merasa khawatir dengan kondisi bahu jalan yang ada. Terlebih ketika penghujan.
Lebar ruas jalan yang hanya 2,5 meter, berbatasan langsung dengan bahu jalan. Jika bahu jalan tanpa dilengkapi dengan TPT, maka akan rentan ambrol.
Dengan demikian, lebar jalan akan menyusut. Untuk mengantisipasi hal itu, pengecoran bahu jalan perlu dilaksanakan.
“Kondisi bahu jalan yang mudah ambrol, kerap dikeluhkan oleh warga. Perlu kami perkuat agar lebih aman dan nyaman,” tuturnya.
Proyek lainnya yang juga dilakukan, adalah membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Rumah yang layak dan nyaman ditinggali, menjadi dambaan setiap warga. Sayangnya, keinginan tersebut tidak selalu dapat terwujud karena terbentur oleh masalah ekonomi.
Kesulitan untuk memperbaiki rumah kerap melingkupi. Hingga akhirnya, rumah tersebut rusak dan tidak layak huni.
Sehingga, Pemerintah Desa kemudian turun tangan, untuk melakukan pembangunan RTLH bagi warganya, yang kurang mampu.
Rudi menuturkan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi warga, untuk bisa menjadi sasaran pembangunan RTLH.
Seperti hidup sendiri, janda yang sudah tidak bekerja. Memiliki usia yang cukup renta. Tidak memiliki keluarga atau cacat fisik.
Serta, masuk kategori warga miskin. Karena itulah, perlu bantuan dari Pemerintah Desa untuk membangun rumahnya.
"Ada enam RTLH yang sudah masuk rencana pembangunan. Dua di antaranya sudah dibangun, semuanya di Dusun Montok. Sementara lainnya, akan dibangun di Dusun Krajan, Sumber Muning, Jurang Dalam, dan Klobungan," jelasnya.
Perhatikan Kesehatan Balita Desa Galakkan Posyandu
Pemerintah Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, juga begitu intens memperhatikan tumbuh kembang balita desa.
Tumbuh kembang balita begitu rentan, sehingga perlu adanya peran serta dari Pemerintah Desa.
Pemenuhan kebutuhan gizi harian balita, harus terjamin. Sebab, asupan gizi yang cukup, sangat mempengaruhi tumbuh kembang balita.
Gizi yang tidak terpenuhi dengan baik, akan menyebabkan stunting pada anak.
Dalam jangka panjang, dampak stunting akan menyebabkan anak kesulitan belajar, munculnya penyakit jantung dan pembuluh darah.
Karena itulah, pemenuhan gizi sangat diperlukan. Sementara, pemenuhan gizi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat.
Stunting merupakan gagal tumbuh, akibat kurangnya asupan gizi. Di mana dalam jangka pendek, dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme, dan pertumbuhan fisik pada anak.
"Kegiatan posyandu kami galakkan, untuk turut menekan angka stunting. Pemenuhan gizi harian, kami lakukan dengan rutin melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT)," ujar Bendahara Desa/Kecamatan Tegalsiwalan, Rudi Hariyanto.
Ia menjelaskan Pemerintah Desa setempat, melaksanakan penyaluran PMT pada Posyandu yang telah tersebar di seluruh Dusun.
Pelaksanaannya dilakukan secara bergantian dan merata, pada lima Posyandu yang ada. Meliputi Dusun Krajan, Sumber Muning, Montok, Jurang Dalam dan Klobungan. Sebanyak 373 balita desa, tercatat dalam program penyaluran PMT.
Dalam pelaksanaannya, Bidan dan Kader Posyandu menyiapkan menu PMT yang cukup bervariasi.
Mulai dari lauk dan makanan, cemilan, hingga buah-buahan. Menu tersebut, tidak serta merta diberikan.
Melainkan telah dihitung kadar gizinya. Sehingga, telah memenuhi kebutuhan gizi harian balita.
Selama kegiatan Posyandu, juga dilakukan pengecekan tumbuh kembang balita. Mulai dari mengukur tinggi badan, lingkar kepala, serta menimbang berat badan balita.
Selain untuk mengontrol tumbuh kembang, kegiatan tersebut dilakukan pula, untuk mendeteksi dan mengantisipasi penyakit dalam tubuh.
Deteksi dini perlu dilakukan, agar gejala penyakit dapat segera ditanggulangi.
Pemberian vitamin dan imunisasi pada balita, turut diberikan. Pihaknya sering mengontrol langsung pelaksanaan Posyandu.
Agar kegiatan dan penyaluran PMT, benar-benar berjalan dengan baik. Stunting pun bisa ditekan.
“Bukan hanya balita, program Posyandu juga diberlakukan kepada remaja dan lansia. Dengan demikian, kesehatan warga dari beberapa kategori umur lebih terjamin" paparnya. (ar/one)
APBDes Pemerintah Desa Tegalsiwalan Tahun Anggaran 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa - Rp 30.000.000,00
Pendapatan Transfer - Rp 1.461.437.959,00
Pendapatan Lain-lain - Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN - Rp 1.491.437.959,00
BELANJA
Belanja Pegawai - Rp 348.120.720,00
Belanja Barang dan Jasa - Rp 581.810.801,00
Belanja Modal - Rp 493.335.000,00
Belanja Tidak Terduga - Rp 132.492.876,84
JUMLAH BELANJA - Rp 1.555.759.397,84
SURPLUS / (DEFISIT) - (Rp 64.321.438,84)
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan - Rp 74.321.438,84
SILPA Tahun Sebelumnya - Rp 74.321.438,84
Pengeluaran Pembiayaan - Rp 10.000.000,00
Penyertaan Modal Desa - Rp 10.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO - Rp 64.321.438,84
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN - Rp 0,00