PEMERINTAH Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha meningkatkan kesejahteraan warganya. Salah satunya dengan membangun sejumlah infrastruktur vital.
Beragam infrastruktur telah dibangun Pemerintah Desa Banjarsawah. Salah satunya pengaspalan dua jalan yang digarap pada 2023. Di antaranya, sepanjang 580 meter dengan lebar jalan 2,7 meter di Dusun Pancoran. Jalan ini merupakan akses masyarakat menuju jalan raya utama.
“Alhamdulillah sudah rampung di Desember 2023 lalu. Sekarang sudah bisa dinikmati oleh masyarakat,” ujar Kepala Desa Banjarsawah Rendy Mamang Amad Wahyudi.
Setelah menggarap jalan di Dusun Pancoran, pemerintah desa juga mengaspal jalan sepanjang 280 meter di Dusun Krajan. Jalan dengan lebar 2,7 meter ini rampung digarap pada Oktober 2023.
“Di lokasi tersebut, ada permukiman warga. Kami harap aksesibilitas menuju rumah menjadi lebih baik dan nyaman. Sebelumnya, kondisi jalan itu rusak. Ketika hujan cenderung licin karena tergenang air. Sekarang sudah tidak lagi,” ujar kepala desa yang akrab disapa Kacong ini.
Selain pengaspalan jalan, berikutnya ada pavingisasi jalan lingkungan di Dusun Arisan. Panjangnya 134 meter dengan lebar 1 meter. Jalan yang dulunya masih tanah dan berlumpur ketika hujan, kini sudah nyaman dilintasi kapan saja. “Lebih mudah dan nyaman dilalui pejalan kaki maupun pengendara motor,” katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Banjarsawah juga melakukan pengaspalan jalan. Di antaranya, sepanjang 580 meter dengan lebar jalan 2,7 meter di Dusun Arisan. “Alhamdulillah ini juga sudah kami selesaikan Maret kemarin. Saat ini kondisinya sudah bagus. Nyaman dilintasi,” katanya.
Ia mengaku ke depan akan terus memperbaiki sarana jaringan jalan yang rusak ataupun kurang memadai. Infrastruktur jalan yang aksesnya kurang baik, akan dirabat beton atau dipaving. “Sebab, ini penting bagi kesejahteraan masyarakat juga. Mereka yang hendak ke pasar, ke sawah, atau keperluan lainnya pasti butuh askes yang nyaman,” jelasnya.
Kurangi Kemiskinan Ekstrem, Bangun RTLH
Kemiskinan ekstrem merupakan masalah yang kompleks dan multidimensional. Karena itu, Pemerintah Desa Banjarsawah menyadari solusi jangka panjang memerlukan pendekatan yang holistik. Namun, sebagai langkah awal memastikan bahwa setiap warga memiliki tempat tinggal yang layak adalah suatu kewajiban.
Program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Banjarsawah, bertujuan memberikan rumah yang aman dan layak bagi keluarga-keluarga yang hidup dalam kondisi sulit. “Setiap tahun kami memang membangun sejumlah RTLH di Desa Banjarsawah,” ujar Kepala Desa Banjarsawah Rendy Mamang Amad Wahyudi.
Pada 2023, pemerintah desa menyelesaikan pembangunan 5 RTLH. Masing-masing 2 RTLH di Dusun Jerukan, 2 RTLH di Dusun Pancoran, dan 1 RTLH di Dusun Arisan. “Memang kondisinya tidak layak huni. Dindingnya terbuat dari gedeg. Sangat mengkhawatirkan, sehingga kami renovasi,” katanya.
Tahun ini, Pemerintah Desa Banjarsawah, memperbaiki 3 unit RTLH di Dusun Pancoran, Dusun Jerukan, dan Dusun Arisan. Kini, sudah mulai digarap.
“Kami juga membangun sejumlah jamban. Harapannya, dengan ini bisa memberikan tempat tinggal yang layak dan dapat membantu mengurangi angka kemiskinan ekstrem,” jelasnya.
Dilengkapi PJU, Jalan Makin Aman
Tak hanya fokus terhadap pembangunan jalan, pemeritah desa juga memahami pentingnya penerangan jalan umum (PJU). Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga. Karena itu, Pemerintah Desa Banjarsawah melengkapi jalannya dengan PJU.
Kepala Desa Banjarsawah Rendy Mamang Amad Wahyudi mengatakan, pada 2023, pihaknya telah memasang 40 PJU di seluruh dusun. Tahun ini, ada 60 titik yang dilengkapi PJU.
“Pemasangan PJU menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan ramah bagi penduduk. Ini memungkinkan mereka untuk beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Daerah atau jalan yang dulunya gelap, kini sudah terang, sehingga masyarakat yang melintasi jalan tersebut, tidak takut lagi,” katanya.
Pemasangan PJU ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keamanan bagi warga. Tetapi, juga memberikan manfaat tambahan bagi para petani yang bekerja di ladang. Dengan penerangan yang memadai, aktivitas pertanian dapat dilakukan dengan lebih efisien dan aman.
“Petani bisa ke sawah untuk bekerja atau sekadar melakukan pengecekan pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,” katanya. (gus/rud)
APBDES PEMERINTAH DESA BANJARSAWAH TAHUN ANGGARAN 2024
Pendapatan
Pendapatan asli desa -- Rp 22.000.000,00
Dana Desa -- Rp 1.025.303.000,00
Bagi hasil pajak dan retribusi -- Rp 36.111.322,00
Alokasi dana desa -- Rp 303.810.329,00
Jumlah -- Rp 1.387.224.651,00
Belanja
Bidang pemerintahan -- Rp 488.594.707,13
Bidang pembangunan -- Rp 713.931.000,00
Bidang pembinaan masyarakat -- Rp 22.332.000,00
Bidang pemberdayaan masyarakat -- Rp 65.080.000,00
Bidang penanggulangan bencana -- Rp 190.291.000,00
Jumlah -- Rp 1.480.228.707,13
Surplus (Defisit) -- (Rp 93.004.056,13)
Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan -- Rp 143.004.056,13
Pengeluaran pembiayaan -- Rp 50.000.000,00
Pembiayaan netto -- Rp 93.004.056,13
Sisa lebih pembiayaan anggaran -- Rp 0,00