KANIGARAN, Radar Bromo- Tumpahan solar kembali terjadi di jalanan Kota Probolinggo. Sabtu (4/5) sore, solar tercecer di tikungan Jalan Pahlawan, Kota Probolinggo. Tepatnya di dekat miniatur Menara Eiffel. Korbannya, seorang tenaga kesehatan (nakes).
Warga di sekitar lokasi kejadian, Juariyah, 54, mengatakan, tumpahan solar sempat membuat terjatuh seorang pengendara motor. Ia merupakan nakes di salah satu puskesmas di Kota Probolinggo.
“Korban ini dibantu menepi oleh pengamen dan karyawan toko seberang. Diletakkan di depan warung saya. Sepertinya, ia mengalami luka di kaki dan tidak bisa berdiri saat itu. Tidak lama kemudian ada ambulans yang membawanya,” katanya.
Pernyataan serupa disampaikan oleh warga lainnya, Imam, 63. Katanya, di lokasi ini juga sering terdapat ceceran solar. Hampir seminggu sekali.
“Saya tidak tahu itu solar dari mana. Sampai saya bertanya-tanya, ini kok sering ada solar tercecer. Apakah sengaja ditumpahkan atau bagaimana,” ujar warga Kelurahan Jrebeng Lor ini.
Akibat tumpahan solar itu, kata Imam, terkadang ada pengendara motor yang terjatuh. Baik laki-laki ataupun perempuan.
“Paling banyak karyawan pabrik PT Eratex Djaja. Mungkin mereka hendak berangkat kerja, jadi terburu-buru. Sampai di tikungan ini ada solar, akhirnya terpeleset,” ujar pemilik usaha di sekitar lokasi ini.
Ia mengaku sering membantu para pengendara yang terjatuh besama masyarakat sekitar. Tumpahan solar di jalan ditutup mengunakan debu. “Bukan pasir, kalau pasir tambah licin. Ini hanya disapu-sapu agar tertutup debu alami dari jalannya,” jelasnya.
Terpisah, Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendi mengaku mendapatkan laporan melalui Call Center 112 pada pukul 15.15. Pihaknya langsung menuju lokasi membawa 1 unit mobil patroli dan 1 unit fire fighter berkapasitas 3.000 liter.
Eksekusi tumpahan solar dilakukan secara hati-hati, sebab posisinya yang berada di tengah jalan dan pas di area tikungan. Sekitar 15.30, sudah dinyatakan bersih. “Korban yang terjatuh sebelumnya sudah dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh untuk mendapatkan penanganan,” katanya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando