Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Kembangkan Wisata Opo-opo River Tubing dengan Manfaatkan Potensi Sungai Rondokuning

Agus Faiz Musleh • Kamis, 25 April 2024 | 13:05 WIB

 

 

SUDAH DISURVEI: Kepala Desa Opo-opo Muhaimin Asyatta (jaket hitam) saat berada di Sungai Rondoningo yang rencananya akan dijadikan wisata River Tubing Opo-opo.
SUDAH DISURVEI: Kepala Desa Opo-opo Muhaimin Asyatta (jaket hitam) saat berada di Sungai Rondoningo yang rencananya akan dijadikan wisata River Tubing Opo-opo.

PEMERINTAH Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, berencana melakukan pengembangan dan pengelolaan potensi alam yang ada di desa.

Salah satunya terhadap pengembangan wisata. Desa yang punya beragam potensi ini memiliki keindahan alam hutannya sampai Sungai Rondoningo yang mengalir di desa.

Kepala Desa Opo-opo Muhaimin Asyatta, ia mengatakan, rencana pengembangan wisata ini dilakukan mengangkat potensi desa yang ada.

“Sejatinya banyak potensi-potensi desa yang dapat dikembangkan. Namun kami pilih river tubing karena potensi sungai yang ada di desa itu cukup memungkinkan pada wisata yang memacu adrenalin ini,” katanya.

Pengembangan wisata juga dimaksudkan untuk menggaet minat masyarakat luar desa untuk bisa datang.

MELAYANI MASYARAKAT: Kepala Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Muhaimin Asyatta bersama ibu Ketua TP PKK Nur Khotimah.
MELAYANI MASYARAKAT: Kepala Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Muhaimin Asyatta bersama ibu Ketua TP PKK Nur Khotimah.

Sehingga usaha masyarakat desa dapat terus dikembangkan. “Adanya wisata ini diharapkan dapat menciptakan keramaian di desa. Sehingga usaha-usaha kecil masyarakat bisa terdorong untuk lebih maju,” beber Kades Muhaimin.

Selain itu, pengembangan wisata ini juga diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan pada para pemuda maupun masyarakat sekitar.

“Dengan begitu masyarakat yang ada di sana tidak lagi bingung tentang pekerjaan. Selain menjadi guide atau pemandu wisata, bisa nanti usaha-usaha baru muncul. Sehingga perekonomian di desa bisa semakin maju,” katanya.

Rencana pengembangan wisata river tubing akan dilakukan melalui Pokdarwis Opo-opo. Pemerintah Desa (Pemdes) Opo-opo telah menyiapkan sejumlah alat-alat yang dibutuhkan.

“Seperti pelampung ban dan lain sebagainya untuk wisata ini. Termasuk akan ada basecamp untuk menunjang pengelolaannya. Tentu nanti akan muncul makanan-makanan khas desa dan produk-produk desa lainnya yang dapat dijual kepada para wisatawan,” jelasnya.

Direncanakan spot wisata river tubing akan melalui aliran sungai Rondoningo sepanjang 1 km.

Dengan tingkat arus air menyesuaikan dengan kelas-kelas wisatanya. “Tantangannya memang saat musim kemarau, tentu debit air akan mengecil. Sehingga kami akan membuat pengaruh arus untuk tetap bisa beroperasi nantinya,” ujarnya.

Dengan wisata ini nantinya, pemdes berharap bisa mengumpulkan pundi-pundi pendapatan asli desa (PADes). Sehingga pemdes bisa terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya.

“Nantinya dari masyarakat kembali lagi untuk masyarakat,” katanya.

 

Tingkatkan Kapasitas Aparatur Desa

Pemdes Opo-opo terus berupaya melakukan peningkatan terhadap jajaran aparatur pemerintah desanya. Tahun ini bimbingan teknis (Bimtek) dilakukan pemdes.

Kepala desa Opo-opo Muhaimin Asyatta mengatakan, bimtek dilakukan untuk memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat. “Sesuai data pesertanya ada 80 orang. Terdiri dari perangkat desa, PKK, dan kantor posyandu,” katanya.

Bimtek ini diberikan kepada para perangkat desa untuk dapat meningkatkan kapasitas dalam melayani masyarakat. Baik pelayanan secara langsung maupun secara administratif atau keuangan.

BELAJAR: Kepala desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Muhaimin Asyatta memberikan sambutan pada saat melakukan studio tiru ke salah satu desa yang ada di Jogjakarta.
BELAJAR: Kepala desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Muhaimin Asyatta memberikan sambutan pada saat melakukan studio tiru ke salah satu desa yang ada di Jogjakarta.

“Untuk ibu-ibu PKK bimtek diberikan dengan harapan bisa terus berinovasi dalam menjalankan program-program yang telah dicanangkan. Begitupun kepada kader Posyandu diharapkan dapat lebih semangat dan sadar Untuk menjaga kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Selain bimtek, Pemdes Opo-opo juga menyelenggarakan studi tiru ke desa yang dinilai layak untuk dipelajari tentang berbagai halnya. Study tiru dilakukan pada desa Beji Harjo, Jogjakarta.

“Kami bawa semua aparatur desa untuk bisa belajar tentang bagaimana pengelolaan BUMDes di desa yang kami nilai bagus. Bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik dan mengelola wisata di desa,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kapasitas pemdes ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

“Kami terus berharap dukungan dari masyarakat untuk bisa memberikan yang terbaik. Upaya ini tentu sebagai jembatan agar masyarakat dapat lebih sejahtera pada berbagai bidang,” katanya.

 

Beragam Infrastruktur Permudah Aktivitas

Tahun ini Pemdes Opo-opo memiliki banyak pembangunan infrastruktur untuk mempermudahkan aktivitas masyarakat. Tujuannya untuk mendorong keberhasilan di bidang pertanian, pendidikan dan perekonomian.

Pembangunan infrastruktur yang pertama ialah pembangunan jalan aspal di Dusun Sumberbanger. Pembangunan aspal ini merupakan program ketahanan pangan.

“Yang kami bangun merupakan jalan usaha tani. Intensitas jalan banyak digunakan dalam kepentingan pertanian. Pembangunan ini kami lakukan karena jalan sebelumnya sudah banyak yang rusak. Sehingga kami bangun untuk mempermudah aktivitas masyarakat di bidang pertanian,” terang Kades Opo-opo Muhaimin Asyatta.

Selain itu pembangunan aspal di Dusun Gunung Wurung juga dilakukan. Jalan di dusun ini dipergunakan untuk aktivitas masyarakat sehari-hari.

MULUS: Proses pembangunan jalan di Desa Opo-opo. Jalan ini merupakan jalan utama yang dilalui oleh masyarakat setempat.
MULUS: Proses pembangunan jalan di Desa Opo-opo. Jalan ini merupakan jalan utama yang dilalui oleh masyarakat setempat.
BANTU EKONOMI: Salah satu warga desa opo-opo mendapatkan BLT DD. Pemberian bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang masuk dalam kriteria miskin ekstrem.
BANTU EKONOMI: Salah satu warga desa opo-opo mendapatkan BLT DD. Pemberian bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang masuk dalam kriteria miskin ekstrem.

“Kami juga ada pembangunan rabat beton di Dusun Alaslumbung. Pembangunannya kami pilih jalan yang memang benar-benar rusak parah,” ujarnya.

Selain itu Pemdes Opo-opo juga memiliki pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 3 unit.

“Tahun ini kami juga kembali menggelontorkan Dana Desa untuk bantuan langsung tunai (BLT), sebanyak 30 keluarga penerima manfaat,” katanya.

Selain di bidang pertanian dan perekonomian, pemdes juga sangat perhatian terhadap pendidikan warganya. Melalui DD, Pemdas Opo-opo menggelontorkan anggaran untuk honor guru PAUD di desa tersebut.

“Alhamdulillah pendidikan juga tak luput dari perhatian kami, sebab pendidikan merupakan tombak utama dalam mencetak anak-anak bangsa yang baik dan cerdas,” ujarnya. (mu/fun/*)

 

APBDes Pemerintahan Desa Opo-opo Tahun Anggaran 2024

PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa -- Rp 10.000.000,00
Pendapatan Transfer -- Rp 1.865.740.616,00
Pendapatan Lain-lain -- 0,00
JUMLAH PENDAPATAN -- Rp 1.875.740.616,00

BELANJA
Belanja Pegawai -- Rp 591.715.920,00
Belanja Barang dan Jasa -- Rp 599.520.856,00
Belanja Modal -- Rp 527.110.000,00
Belanja Tidak Terduga -- Rp 113.000.000,00
JUMLAH BELANJA
-- Rp 1.831.346.776,00

SURPLUS/(DEFISIT) -- Rp 44.393.840,00

PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan -- Rp 5.606.160,00
SILPA Tahun Sebelumnya -- Rp 5.606.160,00
Pengeluaran Pembiayaan -- Rp 50.000.000,00
Penyertaan Modal Desa -- Rp 50.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO
-- Rp 44.393.840,00

SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN -- 0,00

Editor : Jawanto Arifin
#kecamatan krejengan #transparansi desa #desa opo opo