DESA Jatiurip merupakan desa dengan kawasan lahan pertanian yang cukup luas. Pemerintah Desa (Pemdes) Jatiurip tak hentinya melakukan peningkatan pelayanan guna mendorong keberhasilan tani masyarakat desa setempat.
Tahun ini Kepala Desa Jatiurip Muhammad Hendrik mengatakan, pihaknya memiliki sejumlah program guna meningkatkan hasil tani masyarakat setempat. Salah satunya melalui program ketahanan pangan.
Pemdes memilih pembangunan sejumlah jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat ke lahan pertanian.
Pembangunan jalan dilakukan melalui sistem rabat beton. Ada dua lokasi yang dibangun dan menjadi akses masyarakat untuk datang dan pergi ke lahan sawahnya.
Pertama, akses Jalan pertanian di Dusun Klanting Kulon dan di Dusun Krajan II. Kedua jalan tersebut merupakan akses utama para petani.
Tahun ini jalannya dibuat mulus oleh Pemerintah Desa dengan pembangunan rabat beton.
“Alhamdulillah pembangunan yang dilakukan guna meningkatkan keberhasilan pertanian masyarakat sudah dikerjakan,” ujanya.
Pembangunan dua jalan rabat ton yang digunakan untuk akses pertanian ini, diungkap Hendrik, sangat dirasakan oleh masyarakat. Terlebih untuk mengurangi pengeluaran atau pembiayaan dalam pertanian.
“Utamanya pada biaya pengangkutan. Dulunya yang harus dibawa manual atau menggunakan sepeda motor. Saat ini sudah tidak lagi karena truk atau roda empat sudah bisa masuk ke sekitar lahan pertanian,” katanya.
Ia merinci, pengeluaran dalam proses pengangkutan sebelumnya bisa Rp 70-80 ribu per kuintal untuk padi. Kini bisa berkurang menjadi Rp 30-40 ribu per kuintal.
“Artinya biaya pengeluaran petani berkurang. Sehingga untung yang didapatkan bisa maksimal. Rabat beton yang kami bangun itu tebalnya 20 Cm sehingga roda empat bisa nyaman berkendara di jalan rabat beton tersebut. Memang kita siapkan untuk kapasitas kendaraan 20 tahunan” jelasnya.
Selain dua pembangunan rabat beton yang masuk dalam program ketahanan pangan, bangunan saluran irigasi di Dusun Ganting Kulon juga jadi perhatian. Pembangunan ini juga masuk pada program ketahanan pangan.
“Ada sekitar 60 hektare lahan pada program ketahanan pangan yang menerima manfaatnya. Alhasil modal masyarakat bisa dikurangi Sehingga keuntungan bisa maksimal. Pembangunan irigasi ini bertujuan untuk melancarkan air ke lahan pertanian masyarakat. Dengan lancarnya air maka tanaman masyarakat bisa lebih maksimal dalam pertumbuhannya. Sehingga berdampak pada hasil panen,” bebernya.
Lengkapi Penunjang Infrastruktur agar Makin Nyaman
Penerangan jalan umum (PJU) di Dusun Buaran saat malam hari sebelumnya tidak terlalu baik.
Penerangan hanya mengandalkan lampu dari warga. Tapi di tahun ini, Pemdes Jatiurip melakukan pengadaan PJU di dusun tersebut.
Jalan di Dusun Buaran sendiri merupakan jalan akses utama masyarakat. Terlebih Jalan ini merupakan jalan antardesa.
Sehingga banyak dilalui oleh masyarakat sekitar. Sehingga Pemdes Jatiurip berupaya memberikan pelayanan prima terhadap penerangan jalan di Dusun tersebut.
Kepala Desa Jatiurip Muhammad Hendrik mengatakan, 13 unit PJU tahun ini akan bangun di Dusun Buaran.
“Pembangunan ini sesuai dengan keinginan masyarakat, agar saat malam hari masyarakat bisa dengan santai dan nyaman melintas di jalan Dusun Buaran,” ujarnya.
Selain bertujuan untuk menerangi jalan, pemasangan PJU tersebut juga bertujuan agar keamanan masyarakat dapat terjaga. Dengan perangnya jalan upaya tindak kejahatan dapat diminimalisir.
“Apabila gelap maka aksi-aksi kejahatan bisa saja terjadi. Untuk menghindari hal tersebut maka kita anggarkanlah tahun ini tersebut,” ujarnya.
Selain pembangunan PJU, Pemdes Jatiurip juga melakukan pembangunan rabat beton di Dusun Kuripan.
Di mana pembangunan jalan tersebut bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat dalam melakukan berbagai hal.
“Jalan ini merupakan jalan pemukiman warga, sehingga kami bangun untuk mempermudah aktivitas warga. Juga bisa menjadi Jalan akses menuju pertanian,” ujarnya.
Pemdes Jatiurip juga memiliki pembangunan rumah tidak layak huni atau RTLH sebanyak 1 unit.
“Kami berharap dengan berbagai infrastruktur yang kita bangun tahun ini masyarakat juga dapat ikut ambil dalam pemeliharaan sehingga memanfaatkannya bisa dirasa cukup lama,” jelas kades.
Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem
Sejumlah upaya yang dilakukan oleh Pemdes Jatiurip, baik program infrastruktur maupun lainnya.
Ini diyakini juga menjadi salah satu faktor terjadinya penurunan angka Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Kepala Desa Jatiurip Muhammad Hendrik mengatakan, angka P3KE mengalami penurunan signifikan.
Dari sekitar 600 data pada tahun sebelumnya kini hanya menjadi 28. “Penurunan ini tidak terlepas dari adanya verfal yang kami lakukan bersama sejumlah pihak.
Sebab pendataannya kami langsung cek ke lokasi. Kami datangi satu persatu untuk memastikan data P3KE tersebut,” ujarnya.
Turunnya angka P3KE yang ada di desa, diungkap Hendrik, terjadi lantaran sejumlah kriteria pada masyarakat miskin ekstrem sudah tidak terpenuhi.
Mulai dari kategori pendapatan per bulannya, kemudian kondisi rumah dan lain sebagainya.
“Artinya sudah banyak masyarakat kami yang keluar dari kriteria miskin ekstrem,” ujarnya.
Program infrastruktur dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Pemdes Jatiurip, dinilai Hendrik, menjadi pemicu adanya penurunan angka P3KE tersebut.
“Infrastruktur yang dibangun pemerintah Desa tentu sangat mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat. Misal infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan, itu sangat membantu aktivitas masyarakat di berbagai bidang. Tentu dengan hal ini maka seperti kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik sehingga mengalami peningkatan,” jelasnya.
Tidak hanya itu. Pemdes juga meyakini program pemberian bantuan kepada masyarakat juga memiliki dampak yang cukup signifikan.
“Tahun ini kami juga masih ada program pemberian bantuan langsung tunai dana desa sebanyak 28 KPM. Bantuan ini diberikan untuk merangsang ekonomi masyarakat agar bisa terus berjalan dan mengalami peningkatan. Diakui atau tidak bantuan ini tidak hanya berdampak kepada penerima. Namun bagi pemilik usaha kecil di sekitar penerima juga mendapatkan manfaatnya. Seperti di banjakan di toko-toko tetangga si penerima,” pungkasnya. (mu/fun/*)
APBDes Jatiurip Tahun 2024
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa -- Rp 28.800.000,0
Pendapatan Transfer -- Rp 1.797.666.597,00
Pendapatan Lain-lain -- Rp 404.911,86
Jumlah Pendapatan -- Rp 1.826.871.508,8
BELANJA
Belanja Pegawai -- Rp 408.426.720,00
Belanja Barang dan Jasa -- Rp 403.004.043,96
Belanja Modal -- Rp 933.930.200,00
Belanja Tidak Terduga -- Rp 111.350.000,00
Jumlah Belanja -- Rp 1.856.710.963,96
SURPLUS/(DEFISIT) -- Rp 29.839.455,10
PEMBIAYAAN
Penerimaan Pembiayaan -- Rp 34.839.455,10
SILPA Tahun Sebelumnya -- Rp 34.839.455,10
Pengeluaran Pembiayaan -- Rp 5.000.000,00
Penyertaan Modal Desa -- Rp 5.000.000,00
Pembiayaan Netto -- Rp 29.839.455,10