MAYANGAN, Radar Bromo- Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di Jalan Serma Abdurrahman Gg. 5, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, sempat menjadi polemik. Namun, kini dipastikan TPS ini akan dibangun secara permanan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 100 juta. Rencana ini akan direalisasikan tahun ini. Selain membangun TPS permanen, DLH tetap akan menyediakan kontainer sampah.
Salah seorang warga sekitar, Atok Usolihin, 50, mengatakan, awalnya TPS tersebut sempat diusulkan untuk relokasi. Namun, ditolak dan beralih akan dibangun oleh DLH.
“Saya pribadi sebagai warga yang rumahnya paling dekat, mengalah. Saya kira TPS ini juga untuk kepentingan orang banyak, sehingga saya pribadi setuju saja bila opsinya hendak dibangun,” katanya.
Meski demikian, Atok berharap pembangunannya melibatkan warga sekitar, terkait desain bangunannya.
“Kami berharap adanya sumber air. Ini bisa digunakan untuk membersihkan sisa-sisa sampah, sehingga tidak kotor dan menimbulkan bau,” ujarnya.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Penanganan Sampah DLH Kota Probolinggo Muhammad Hanan mengatakan, pembangunan TPS permanen itu akan direalisasikan tahun ini. Anggarannya dialokasikan dari APBD 2024, sekitar Rp 100 juta.
“Namun, tetap akan ada kontainer sampah di lokasi tersebut, sehingga harapannya dapat menampung sampah dengan lebih rapi dan tidak menimbulkan bau ketika musim hujan,” jelasnya.
Terkait sumber air, Hanan mengatakan, bahwa ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan. Ia mengaku juga mempertimbangkan biaya operasional dan aspek keamanannya.
Ia berharap masyarakat turut berpartisipasi. Salah satunya tidak membuang sampah sembarangan dan memastikan masuk ke kontainer atau TPS. Ataupun dengan cara memilah sampah antara yang organik dan anorganik dari rumah masing-masing.
“Bila ada sampah organik hasil pemaprasan ranting, misalnya, bila jumlahnya ada hingga minimal lima karung, bisa menghubungi UPT Pengelola Sampah di timur TPA Bestari. Nanti akan kami bantu ambil sampahnya. Bahkan, warga berkesempatan dapat kompos gratis kalau begitu,” jelasnya. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando