Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hujan Deras, Dapur Milik Warga Ranon Pakuniran Rusak karena Longsor

Achmad Arianto • Kamis, 18 April 2024 | 12:58 WIB

 

 

RAWAN: Longsor yang mengenai rumah Munir di Dusun Bendungan, Desa Ranon. Tanah longsor membuat tembok dapur ambrol.
RAWAN: Longsor yang mengenai rumah Munir di Dusun Bendungan, Desa Ranon. Tanah longsor membuat tembok dapur ambrol.

PAKUNIRAN, Radar Bromo - Hujan deras mengguyur Kecamatan Pakuniran menyebabkan terjadinya tanah longsor di Dusun Bendungan, Desa Ranon, Selasa (16/4) malam.

Satu bangunan dapur milik Munir, 48, warga setempat ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun pemilik rumah waswas akan terjadi longsor susulan.

Bencana ini bermula sekitar pukul 13.30 hujan mengguyur wilayah Kecamatan Pakuniran.

Hujan mulanya turun dengan intensitas ringan namun merata di seluruh Pakuniran.

Termasuk Desa Ranon. Hujan yang turun kemudian semakin deras hingga akhirnya pukul 15.30 mulai reda.

Selang 6 jam kemudian, dapur rumah milik Munirm mengalami penurunan material tanah.

Pasalnya tanah sekitar dapur yang memiliki tinggi 5 meter tersebut tidak kuat menahan beban karena tanah menjadi lebih gembur.

Sementara di area sekitar tidak dilengkapi dengan bangunan atau pohon yang menguatkan material tanah sehingga longsor terjadi.

“Sebelum longsor hujan memang cukup deras. Hampir merata di seluruh desa di Kecamatan Pakuniran. Bangunan dapur memang berbatasan langsung dengan tebing.

Mungkin karena tanahnya tergerus air atau gembur sehingga longsor. Begitu pula tembok dapur milik Munir juga turut ambrol,” kata staf Kecamatan Pakuniran Zainul Rabu (17/4).

Sebelumnya pemilik rumah tidak menyangka akan terjadi longsor di tempat tinggalnya.

Kemudian saat hujan telah reda, Munir mengecek tembok dapurnya dan mengetahui jika tembok mengalami keretakan.

Ia kemudian memutuskan mengecek bagian luar dapur rupanya tanah sudah tergerus. Agar bangunan tidak ambruk, Munir menyangga tembok menggunakan beberapa bambu dan kayu.

Sayangnya tanah tak mampu menahan beban tembok dapur pun ambruk.

“Saat tembok dapur retak pemilik segera menahannya dengan bambu dan kayu. Tapi karena terlalu berat kemudian longsor dan tembok ambruk. Tidak ada korban hanya saja pemilik mengalami kerugian materiil. Bukan hanya itu pemilik juga was-was khawatir ada longsor susulan,” tuturnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen pada wilayah terdampak bencana.

Hasilnya diketahui tanah longsor terjadi pada tebing dengan tinggi sekitar 5 meter lebar areal tanah longsor 10 meter.

Sementara satu bangunan dapur tepat di atasnya mengalami rusak sedang karena ambrol.

“Sudah kami lakukan peninjauan dan asesmen. Warga yang terdampak kami berikan bantuan logistik kebencanaan agar saat hujan area longsor tidak semakin meluas,” tandasnya. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#bpbd kabupaten probolinggo #longsor