MAYANGAN, Radar Bromo- Tingkat kegemaran membaca di Kota Probolinggo masih perlu terus dipompa. Sejauh ini masih termasuk dalam kategori sedang. Pada 2023, hanya 56,9 persen.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo pun terus berusaha meningkatkannya. Tahun ini, akan diawali dengan melalukukan survei untuk mengetahui tingkat kegemaran membaca.
Pustakawan Perpustakaan Daerah Kota Probolinggo Dwi Nur Indah mengatakan, pada 2023, tingkat kegemaran membaca naik dibanding 2022. Pada 2022 hanya 55,6 persen dan tahun kemarin naik 1,3 persen menjadi 56.9 persen.
Ada tiga kategori dari hasil survei tingkat kegemaran membaca. Menurut Dwi, kategori rendah dimulai dari angka nol hingga 25 persen. Kategori sedang dimulai dari angka 26 sampai 89 persen. Sedangkan, masuk kategori tinggi bila sudah berada di antaranya 90 sampai 100 persen. “Kalau Kota Probolinggo, TGM (tingkat kegemaran membaca)-nya masih sedang,” katanya.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo Retno Widosari mengatakan, pihaknya akan melakukan survei tingkat kegemaran membaca melalui tiga kecamatan di Kota Probolinggo.
Ada tiga kriteria kecamatan yang menjadi sampel. Pertama, kecamatan yang menjadi pusat kota, yakni Kecamatan Mayangan. Kedua, kecamatan yang berada di tengah kota, Kecamatan Kademangan. Ketiga, Kecamatan Wonoasih sebagai kecamatan di pinggir kota.
“Target ada 400 responden. Nantinya mereka akan mengisi sebuah form yang berkaitan dengan tingkat kegemaran membaca. Responden berusia 10 sampai 60 tahun lebih,” ujar Retno.
Setelah mengetahui hasil survei, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap pelayan perpustakaan daerah. Seperti sarana dan prasarana, informasi kemasyarakatan, kegiatan atau pelatihan, dan sebagainya.
Retno mengaku sudah berkoordinasi dengan melakukan rapat teknis bersama pemerintah kecamatan. Dengan harapan, setelah survei nanti pihaknya bisa melakukan perencanaan yang lebih baik dan bisa menarik pengunjung lebih nyaman di perpustakaan.
“Survei ini merupakan program dari perpustakaan nasional melalui provinsi. Semoga hasilnya bisa naik. Naiknya tingkat kegemaran membaca juga menunjukan skill yang dimiliki semakin bagus,” harap Retno. (mg2/rud)
Editor : Ronald Fernando