DESA Kramat merupakan salah satu desa di Kecamatan Bantaran yang mayoritas masyarakatnya bergerak pada bidang pertanian.
Melalui langkah inisiatif yang progresif, Pemerintah Desa (Pemdes) Kramat Agung membangun sejumlah infrastruktur guna meningkatkan produktivitas dan kenyamanan masyarakat setempat.
Desa yang dipimpin oleh Abdullah ini sudah membangun banyak infrastruktur untuk menunjang kegiatan warga. Salah satunya adalah memperbaiki jembatan di jalan utama di Desa Kramat Agung.
Jembatan yang terbangun di atas gorong-gorong ini rampung pada Maret 2024. Jembatan tersebut dibongkar total dan diganti dengan beton yang baru.
Sebelumnya jembatan sempat mengalami kerusakan akibat banyaknya kendaraan berat yang melintas.
Kini kondisinya sudah jauh lebih kokoh. Ketinggiannya pun ditambah untuk mempermudah pembersihan gorong-gorong di bawahnya.
“Alhamdulillah warga banyak yang bersyukur dengan diperbaikinya jembatan tersebut. Sehingga untuk mengangkut hasil panen ataupun aktivitas lainnya sudah lebih nyaman. Kami bangun lebih kokoh, bahkan Insyaallah kuat menahan beban dari kendaraan-kendaraan berat yang melintas,” kata Kepala Desa Kramat Agung, Abdullah.
Abdullah menyebutkan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur jalan di Desa Kramat Agung, tidak berhenti di sana saya.
Ia mengatakan bahwa Pemdes Kramat Agung nantinya juga akan melakukan pengaspalan pada ruas jalan desa yang rusak di tahun ini.
“Kemungkinan nanti menunggu musim kemarau sekitar bulan Juli atau Agustus, kami akan melakukan pengaspalan. Sebab menurut kami proses pengaspalan akan lebih baik dilakukan pada musim kemarau,” katanya
“Kalau terkena hujan, kami khawatir kualitasnya berkurang. Kami ingin infrastruktur ini bisa dinikmati untuk jangka panjang,” tutur Abdullah.
Dia bilang, pemdes juga akan membongkar sejumlah polisi tidur yang dinilai terlalu tinggi agar masyarakat dapat lebih nyaman dalam berkendara.
“Tahun lalu kami sudah melakukan pengaspalan di Dusun Pengombin sepanjang 940 meter. Tahun ini kami lanjutkan ke Dusun Tengah B sepanjang 548 meter dengan lebar 3 meter. Kemudian Dusun Cawoan 490 meter dengan lebar 3 meter, serta Dusun Klontong sepanjang 120 meter dengan lebar 2,5 meter,” katanya.
Bangun 43 titik Penerangan Jalan dan Pompa Sibel
Tak hanya infrastruktur jalan, Pemdes Kramat Agung juga membangun sebanyak 43 titik penerangan jalan yang tersebar di tujuh dusun.
Penerangan jalan tersebut merupakan program berkelanjutan yang difokuskan pada ruas-ruas jalan yang masih gelap. Utamanya yang akan menuju ke area persawahan milik warga.
“Apalagi seperti saat ini bulan Ramadan, mayoritas petani bekerja di sawah pada sore atau malam hari. Adanya lampu tersebut membuat mereka tidak takut lagi, sebab jalannya sudah tidak gelap. Minimal sudah ada penerangan di sana,” tutur Abdullah.
Sebanyak 6.000 warga telah merasakan manfaat adanya penerangan jalan tersebut.
Selain untuk memberikan penerangan pada para petani yang hendak ke sawah ketika malam, pemberian lampu semacam ini juga merupakan salah satu langkah pemerintah desa untuk meminimalisir kasus pencurian.
Baik pencurian ternak maupun motor milik warga.
“Tujuannya untuk meminimalisir tingkat kasus kriminalitas. Untuk penerangannya kami juga menggunakan lampu LED 80 watt. Kami pilih LED karena perawatannya mudah, selain itu juga lebih hemat daya listrik,” kata Abdullah.
Abdullah menerangkan bahwa pembangunan lainnya yang telah direalisasikan Pemdes Kramat Agung pada tahun ini adalah pompa sibel yang diletakkan di area tanah bengkok di Dusun Kramat.
“Inisiasi ini kami pilih seiring dengan kasus kelangkaan solar yang kadang terjadi. Dengan menggunakan pompa sibel, petani sudah tidak perlu pusing ketika solar langka ataupun harganya naik. Sebab pompa sibel ini menggunakan tenaga listrik. Sehingga lebih hemat,” katanya.
Menurut Abdullah, debit air yang dihasilkan dari pompa sibel jauh lebih stabil dibandingkan menggunakan pompa diesel. Namun pompa sibel butuh kedalaman yang lebih dibandingkan pompa biasa.
“Kalau pompa biasa kedalaman 10 hingga 12 meter sudah keluar airnya. Tapi kalau pompa sibel butuh kedalaman hingga 30 meter sebab tekanannya besar, kalau dangkal airnya cepat habis,” jelasnya.
Kata Abdullah, pompa sibel tersebut akan difungsikan sepenuhnya setelah infrastruktur penunjang lainnya sudah siap. Seperti tandon dan adanya saluran irigasi yang telah terplengseng.
“Agar penggunaan pompa sibel tersebut lebih maksimal. Aliran airnya tidak tersendat lumpur atau rumput di parit. Nantinya bila sudah berfungsi, seluruh warga yang membutuhkan aliran air tersebut bisa mendaftar sesuai kebutuhannya. Sebab tiap tanaman kan kebutuhan airnya tidak sama,” kata Abdullah. (gus/fun/*)
Editor : Jawanto Arifin