SUKAPURA, Radar Bromo- Sampah di kawasan wisata Gunung Bromo, begitu banyak. Selama empat jam dilakukan bersih-bersih, Kamis (4/4), terkumpul empat pikap sampah.
Penutupan wisata Gunung Bromo menjelang liburan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, dioptimalkan untuk bersih-bersih. Giat bersih-bersih dilakukan di semua wilayah kawasan Gunung Bromo. Termasuk memperbaiki patok atau tanda jalur menuju savana di kawasan Bromo. Bersih-bersih yang melibatkan banyak pihak ini dimulai pukul 08.00 sampai sekitar pukul 12.00.
Gondo Andono dari Forum Sahabat Gunung (FSG) mengatakan, banyak pihak yang terlibat dalam bersih-bersih pada hari pertama, kemarin. Selain FSG, juga ada dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), TNI, Polri, Muspika, dan pelaku jasa wisata, seperti paguyuban kuda dan pedagang kaki lima.
“Tadi bersih-bersih dilakukan mulai Cemoro Lawang, menyisir ke arah jalur savana. Ada juga di kawah Bromo, pure, dan sekitarnya,” katanya.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah 1 Didid Sulastiyo mengatakan, persiapan liburan Lebaran, kawasan wisata Bromo ditutup selama dua hari untuk dibersihkan. Kamis (4/4), bersih-bersih dilakukan di tiga daerah pintu masuk Bromo. Meliputi, Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.
“Semua terlibat. Mulai TNBTS dan teman-teman pelaku jasa wisata, muspika 3 kabupaten (Probolniggo, Malang, Pasuruan), dan relawan ikut turun bersama,” terangnya.
Didid menerangkan, pada hari pertama bersih-bersih juga dilakukan perbaikan patok jalur ke savana dan pembatas lokasi yang tidak masuk zonasi wisata. Supaya jib Bromo dan kendaran tidak melewati jalan yang bukan jalurnya.
“Ke depan akan dilakukan pembersihan kawasan, pemasangan rambu-rambu larangan dan peringatan di kawasan Bromo,” terangnya.
Ia berharap semua pelaku jasa wisata dan wisatawan, untuk tidak meninggalkan sampah di kawasan Bromo. Sampah hendkanya di buang ke tempat atau dibawa kembali keluar dari kawasan Bromo. “Semua pelaku jasa wisata diharapkan terus lebih mengedukasi wisatawan agar jangan meninggalkan sampah di Bromo,” katanya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando