Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Adu Sound Dini Hari, Dikeluhkan Warga Mayangan Probolinggo, Bagini Respons Kepolisian

Inneke Agustin • Senin, 1 April 2024 | 14:34 WIB
RAMAI: Sejumlah pemuda dengan membawa sound di Simpang Lima, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (30/3) malam.
RAMAI: Sejumlah pemuda dengan membawa sound di Simpang Lima, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (30/3) malam.

MAYANGAN, Radar Bromo- Ketenangan warga di sekitar Simpang Lima Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Sabtu (30/3) malam, terganggu. Ratusan pemuda “berpesta” membunyikan sound system dengan nyaring atau dikenal dengan sound horeg.

Aksi mereka terekam dalam video dan tersebar di media sosial. Dalam video, terlihat sejumlah pemuda membawa sound system ke lokasi menggunakan mobil bak terbuka. Tak sedikit di antara mereka yang berjoget mengikuti irama musik yang saling bersahutan.

Tak hanya satu set, ada sekitar enam set sound system yang dibawa ke lokasi. Salah seorang warga sekitar berinisial WI, 38, mengatakan, kegiatan ini dimulai pukul 01.00 hingga pukul 03.00.

“Suara musiknya keras sekali. Apalagi dinyalakan ketika malam. Membuat orang tidak nyenyak tidur. Rumah saya seperti tergoncang. Kaca-kaca bergetar semua. Mana anak saya sedang sakit malam itu, ditambah suara bising, jadi nangis terus sepanjang malam,” katanya.

 

 

Ketika sejumlah pemuda ditanya, kata WI, mereka mengatakan kegiatan ini bukan hanya untuk membangunkan orang untuk makan sahur. Namun, juga untuk unjuk kebolehan masing-masing sound.

“Sedang lomba sound katanya. Tapi, masak lomba sound di dekat permukiman. Mana malam hari. Sangat mengganggu,” ujar warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan ini.

Ia berharap tidak ada lagi kegiatan serupa. Terutama di daerah Mayangan, yang padat penduduk.

“Mohon pihak berwajib bisa mengantisipasi hal tersebut. Entah itu berjaga di pintu masuk kelurahan atau bagaimana. Sekiranya tidak ada kegiatan semacam ini lagi. Khawatir tambah mendekati hari raya, makin menjadi,” katanya.

Tak hanya WI yang merasa terganggu. Warga berinisial L, 38, juga mengatakan hal serupa. Katanya, kegiatan ini bukan kali pertama.

“Ini sudah kali ketiga. Setiap malam minggu pasti begitu. Tapi, sebelumnya hanya satu sound system yang dimuat mobil. Itu saja yang dibunyikan. Sementara semalam ada enam sound system yang dibawa ke sini, sampai bergetar semua rumah saya,” katanya.

Ia mengaku sempat keluar rumah untuk memantaunya. Namun, hanya bisa pasrah melihat lautan manusia di Simpang Lima.

 

 

“Siapa yang mau melarang, terlalu banyak orangnya. Takut saya mau melawan,” katanya.

Terpisah, Kasat Samapta Polres Probolinggo Kota AKP Ardhi Bita Kumala mengaku telah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sound keras dalam kegiatan sahur.

“Sebab, sound yang keras seperti ini akan mengganggu Kamtibmas,” katanya.

Sedangkan, Kapolsek Mayangan AKP Heri Sugiono mengimbau masyarakat melaporkan melalui call center 112. “Kami akan segera menindaklanjuti,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#Sound hereg #sound #sahur #Mayangan