KRAKSAAN, Radar Bromo– Pembangunan Jembatan Kaca dan Rest Area Seruni Point sudah lama rampung.
Meski begitu, dalam pengoperasionalannya, menunggu sejumlah hal. Pengelolaan rest area seruni point masih menunggu penyerahan Hibah dari Pemerintah pusat.
“Penyerahan secara personal operasionalnya sudah diberikan. Namun kami menunggu serah terima asetnya.
Sehingga sebelum penyerahan hibah selesai, kami tidak boleh, membuka,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari.
Penyerahan secara personal itu, masih sebatas pengelolaan di dalam. Seperti cleaning servis yang bersih-bersih dan petugas didalam saja.
Pemerintah daerah masih menunggu arahan lebih lanjut dalam pengoperasian atau pembukaan rest area seruni poin tersebut.
“Untuk Rest Area ini akan dihibahkan ke Pemda, jadi pengelolaannya pemerintah daerah. Sama halnya karena tanahnya memang milik Pemda,” katanya.
Berbeda dengan itu, untuk jembatan kaca sendiri, pengoperasiannya masih menunggu izin.
“Pengerjaannya sudah rampung tinggal tunggu izin operasional saja,” ujarnya.
Perbedaan lainnya, setelah izin operasional turun, jembatan kaca ini nantinya bakal dikelola oleh dua lembaga negara. Pertama Pemkab Probolinggo, kedua pihak TNBTS.
“Untuk jembatannya, hibah akan turun pada TNBTS, tapi untuk pengelolanya nanti satu bendara dengan pemerintah daerah,” katanya.
Kata Hasyim menyebutkan, dalam waktu dekat, dirinya bersama pihak kecamatan dan OPD terkait akan melakukan pembahasan tentang bagi hasil khusus karcis jembatan kaca.
Karcis atau tiket kejembatan kaca ini memiliki tiket khusus. Sehingga tidak semua orang yang sudah masuk pada rest area Seruni Point, dapat masuk ke jembatan kaca.
“Tidak semua orang yang masuk ke rest area, tidak langsung boleh masuk ke jembatan. Namun ke jembatan kaca ada tiket khusus. Ada pintu khusus pada jembatan kaca untuk karcis,” katanya
“Kami juga bakal rembuk tenaga parkir dan pembersihnya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat pihaknya masih akan melakukan apraisal karcis atau tiket, termasuk parkir. Begitupun sewa stan UMKM di rest area Seruni Point.
“Termasuk karcis wisata. Untuk wisatawan lokal berapa mancanegara berbeda. Sama seperti Bromo lah. Akan berbeda. Tiket masuk Bromo, di luar tiket masuk jembatan kaca. Sehingga kalau ke jembatan kaca harus bayar khusus,” katanya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid