Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Alfamidi Dringu Terbakar saat Jam Sahur, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Inneke Agustin • Jumat, 29 Maret 2024 | 04:25 WIB

 

TUTUP: Toko waralaba Alfamidi di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, tidak lagi beroperasi setelah terbakar, Kamis (28/3) dini hari. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)
TUTUP: Toko waralaba Alfamidi di Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, tidak lagi beroperasi setelah terbakar, Kamis (28/3) dini hari. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

DRINGU, Radar Bromo–Sebuah toko waralaba Alfamidi di Jalan Raya Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terbakar Kamis (28/3) pagi saat jam sahur.

Api melalap seisi toko yang terletak di Dusun Kronggengan, Desa Kedungdalem, itu. Kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 Miliar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30. Sholehuddin, salah satu petugas Damkar Kabupaten Probolinggo adalah salah satu yang mengetahui toko itu terbakar.

Menurutnya, saat itu dia tengah makan sahur di sebuah warung yang terletak di barat toko waralaba tersebut. Tiba-tiba dia mencium ada bau terbakar yang menyengat.

“Saya dan pemilik warung lantas memeriksa kondisi sekitar. Ternyata berasal dari arah toko waralaba tersebut,” katanya.

Sholehuddin lantas menghubungi petugas Damkar Kabupaten Probolinggo untuk datang ke lokasi. Sembari itu, Sholehuddin juga menghubungi dua orang pegawai toko yang berada di mes belakang toko.

“Namun, mereka tidak mengetahui toko terbakar. Untungnya mereka ini memiliki kunci toko. Sehingga, bisa membuka pintu harmonikanya,” kata Sholehuddin yang juga merupakan Komandan Regu C Damkar Kabupaten Probolinggo.

Begitu pintu harmonika dibuka, api telah berkobar besar di dalam toko. Petugas Damkar Kabupaten Probolinggo yang tiba di lokasi pukul 03.34, langsung memadamkan api dengan satu fire truck berkapasitas 3.500L.

“Setelah kami periksa, titik api berasal dari area kasir. Sehingga, kami berupaya menerobos masuk untuk memadamkan titik api terlebih dahulu,” katanya.

Meski demikian, api terus mengamuk dan membakar hampir seluruh isi ruangan. “Karena tidak ada akses, apinya merembet terus ke belakang dan ke arah barat hingga hampir satu toko ludes terbakar,” kata Sholehuddin.

Akibat kebakaran tersebut, sejumlah fasilitas toko juga terbakar. Antara lain, delapan buah AC, tiga buah freezer box, komputer, CCTV plus TV, dan seluruh isi toko.

“Kondisi toko saat itu full. Makanan ringan dan kue-kue lebaran terbakar, tidak dapat diselamatkan,” katanya.

Selama pemadaman, pihaknya kesulitan menuju titik api. Sebab, kondisinya tertutup. Selain itu, akses masuk dan keluar hanya ada satu, yaitu pintu masuk.

Sementara itu, titik api berada di area kasir di sisi timur. Agak jauh dari pintu masuk. Karena itu, pihaknya harus membuka paksa akses menuju area kasir dengan cara memecah kaca.

Setelah kebakaran, toko waralaba tersebut tidak beroperasi. Inspektur Inspeksi Damkar Kabupaten Probolinggo Danang Purwanto menaksir, kerugian materil mencapai Rp 1 miliar akibat kebakaran itu.

“Ini dinilai dari kerusakan barang-barang di dalam dan sebagian bangunan. Sebagian ada yang rusak. Tidak roboh, namun seluruh lantai satu, barang, dan bangunannya hampir seluruhnya rusak,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Dringu Iptu Anshori mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebarakan tersebut.

“Namun, bila dilihat dari sumber api yang berada di lokasi kasir, maka kemungkinan berasal dari korsleting listrik,” katanya. (gus/hn)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#dringu #terbakar #sahur #alfamidi