KEDOPOK, Radar Bromo – Enam titik di Kota Probolinggo diprediksi berisiko menjadi pemicu banjir. Sebab, kondisinya rusak.
Karenanya, keenam titik itu membutuhkan penanganan darurat untuk mencegah terjadinya banjir. Enam titik itu terdiri atas dua dam dan empat plengsengan.
Antara lain, Dam Permata, Pilang dan Dam Kelep, Kademangan. Lalu plengsengan Sungai Legundi, di Kademangan dan plengsengan Sungai Legundi di Kareng Lor.
Selanjutnya, plengsengan Sungai Kedunggaleng di Kelurahan Kedunggaleng dan terakhir, plengsengan Sungai Kedunggaleng di Kelurahan Sumbertaman.
Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis mengatakan, risiko pada keenam titik itu diketahui saat mitigasi bencana yang dilakukan pascabanjir di Kota Probolinggo.
Pascabanjir pekan lalu menurutnya, pihaknya melakukan mitigasi bencana. Dirinya bersama Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo dan Kadis PUPR-PKP Setyorini Sayekti mendatangi beberapa titik lokasi.
Mereka terutama melihat kondisi yang rusak parah di Sungai Kedunggaleng dan Sungai Legundi.
“Kami ingin mencari solusi karena Sungai Kedunggaleng plengsengannya ambrol tergerus banjir. Upaya mitigasi bencana harus dilakukan secepat mungkin untuk meminimalisasi banjir serupa,” imbuhnya.
Nurkholis menerangkan, Sungai Kedunggaleng merupakan sungai besar yang masuk wewenang Provinsi Jawa Timur. Tetapi, sungai tersebut melintasi area Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Selama ini, pemkot melalui Dinas PUPR PKP sudah pernah membangun parapet pencegah banjir di Sungai Kedunggaleng dan bronjong di Sungai Legundi. Namun, saat ini kondisinya rusak parah.
“Sungai (Kedunggaleng) merupakan aset Provinsi Jatim. Tapi, jika airnya meluap, warga kota yang terkena dampaknya. Karena itu, pemkot turun tangan dalam menangani permasalahan tersebut,” terangnya.
Nurkholis mengungkapkan, kondisi Dam Kelep atau Bendung Sumber Kareng, seringkali tersumbat sampah.
Seperti ranting pepohonan, batang pisang, maupun sampah kayu yang menumpuk. Padahal, selama ini dam tersebut sudah sering dibersihkan dengan alat berat.
Untuk itu, pihaknya meminta agar Dam Kelep direkondisi menjadi bendung gerak besi.
”Untuk mempermudah saluran tersebut, dibutuhkan pintu angkat biasa dari besi,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menegaskan hal serupa. Menurutnya, 6 titik yang berisiko menjadi penyebab banjir itu butuh penanganan atau berbaikan segera. Jika tidak bisa, BPBD sudah melakukan mitigasi bencana.
“Kami memetakan jalur yang rawan terjadi banjir. Ada 6 titik yang rawan bencana banjir karena kondisi dam dan plengsengannya perlu perbaikan dan pembangunan,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Achmad Syaifudin