Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Plang Gapura Perbatasan Kota Probolinggo di Wonoasih Patah, Ini Penyebabnya 

Doni Setiawan • Sabtu, 16 Maret 2024 | 04:29 WIB

 

Petugas damkar menurunkan plang gapura perbatasan Kota Probolinggo yang patah di Wonoasih, Jumat (15/3). (Istimewa)
Petugas damkar menurunkan plang gapura perbatasan Kota Probolinggo yang patah di Wonoasih, Jumat (15/3). (Istimewa)

WONOASIH, Radar Bromo – Plang gapura perbatasan Kota Probolinggo yang terletak di Kecamatan Wonoasih- Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo di Jalan Anggur, Kota Probolinggo, tiba-tiba patah.

Plang yang terbuat dari pelat besi itu, diduga patah setelah tertiup angin kencang.

Kondisi itu diketahui Jumat (15/3) pagi, sekitar pukul 10.00. Saat itu, Camat Wonoasih Deus Nawandi mengaku mendapat laporan dari kelurahan bahwa plang di gapura perbatan patah. Bahkan, plang itu hampir jatuh.

Deus pun langsung menghubungi Call Center 112. Tidak lama kemudian, sejumlah petugas datang ke lokasi untuk menurunkan plang itu.

Mulai Polsek Wonoasih, Damkar Satpol PP Kota Proolinggo hingga Dinas Perhubungan Kota Probolinggo.

“Kami mendapat laporan dari warga melalu kelurahan. Kemudian saya teruskan ke Call Center 112,” Katanya.

Pemangku Sementara (Ps) Kanit Reskrim Polsek Wonoasih Aipda Hariyanto mengatakan, plang batas kota patah diduga akibat cuaca ekstrem dan termakan usia. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Petugas sendiri berusaha agar plang yang patah tidak sampai jatuh dan menimpa pengguna jalan. Karena itu, plang tersebut langsung diturunkan.

Selama proses penurunan plang, arus lalu lintas dari arah selatan dan utara dihentikan sementara. Baru kemudian, plang diturunkan.

 “Kami membantu mengamankan lokasi agar tidak ada pengguna jalan yang lalu lalang ketika plang diturunkan. Alhamdulillah semua aman,” katanya.

Hendriyanto, salah seorang petugas Damkar mengatakan, pihaknya tiba di lokasi pukul 10.53. Setelah itu, plang langsung diturunkan.

Penurunan plang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Sekitar pukul 12.20, plang berhasil diturunkan. Lantas diamankan oleh petugas Satpol PP.

“Plang patah karena tertiup angin kencang. Sehingga, badan plang tidak kuat menahan dan akhirnya patah,” katanya.

Supari, 50, warga sekitar mengatakan, plang patah memang karena embusan angin kencang. Bahkan, sehari sebelumnya plang mulai rusak dan menimbulkan suara bising.

“Kamis malam (14/3) memang plang sudah bunyi keras. Tapi, nggak nyangka bakalan sampai patah seperti itu,” kata Supari. (mg2/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#gapura perbatasan #Kota Probolinggo