Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pulang Salat Tarawih dan Tadarus, Kepala Kemenag Kota Probolinggo Meninggal Dunia

Arif Mashudi • Sabtu, 16 Maret 2024 | 03:05 WIB
Jenazah Fauzi saat hendak dikebumikan. Inset Fauzi semasa masih hidup. (Istimewa)
Jenazah Fauzi saat hendak dikebumikan. Inset Fauzi semasa masih hidup. (Istimewa)

KANIGARAN, Radar Bromo-Kantor Kemenag Kota Probolinggo tengah berduka. Fauzi yang menjabat kepala Kemenag kota setempat, meninggal dunia Kamis (14/3) malam.

Jumat (15/3), jenazah almarhum dimakamkan di TPU Krapyakrejo, Kota Pasuruan.

Fauzi meninggal sekitar pukul 23.00 di rumahnya, Perum Pondok Karya Bakti, Kelurahan Gentong, Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Humas Kemenag Kota Probolinggo Moh. Arifurrahman mengatakan, sebelumnya almarhum tidak mengeluh sakit.

Bahkan, sepanjang hari Kamis itu Fauzi beraktivitas seperti biasa. Mulai pagi sampai malam.

Kamis (14/3) pagi, Fauzi mengikuti rakor persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kelurahan di kantor Kesra Kota Probolinggo.

Dia lantas menghadiri penandatanganan ikrar setia pada NKRI oleh dua napiter di Lapas Probolinggo.

Sore seperti biasa, Fauzi pulang ke rumahnya di Kota Pasuruan. Setelah magrib, dia salat tarawih dilanjutkan tadarus.

Bahkan, di luar jam dinas, almarhum masih berkomunikasi dengan staf Kemenag Kota Probolinggo membahas kegiatan jaminan mutu halal WHO (Wajib halal) 2024.  

”Jadi beliau meninggal dalam kondisi tidak sakit. Tapi, memang ada riwayat sakit jantung. Kamis malam itu, masih tarawih, tadarus, dan sempat video call, bercengkerama dengan putrinya yang ada di Bandung. Baru setelahnya, beliau merasa kurang enak badan. Kemudian dipijat sebentar,” katanya.

Arif menerangkan, Fauzi menjabat kepala Kemenag Kota Probolinggo mulai 3 April 2023.

Selama hampir satu tahun menjabat, Fauzi dikenal sebagai sosok yang baik, visioner, dan low profile.

Bahkan, selama kepemimpinannya tidak ada sekat antara Kepala Kemenag dan staf. Bahkan, staf paling bawah sekalipun.

Sebab, almarhum tidak memposisikan diri secara eksklusif.

”Fungsi pengawasan di kantor Kemenag dijalankan dengan baik. Sampai kantor Kemenag Kota mendapat penghargaan dua kategori dari KPPN Bondowoso. Yaitu kategori pelaporan terbaik dan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA),” terangnya. (mas/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#tadarus #tarawih #kemenag kota probolinggo #meninggal dunia