PEMERINTAH Desa (Pemdes) Bucor Kulon, Kecamatan Pakuniran terus berupaya mengembangkan ekonomi masyarakat. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bunga Hati, pemdes melakukan pengembangan ekonomi kreatif.
Kepala Desa Bucor Kulon Abd Sukur mengatakan, tahun ini melalui pengalihan usaha, BUMDesnya berencana membangun sebuah unit usaha di bidang kuliner.
Dengan unit usaha ini, diharapkan banyak masyarakat yang menerima manfaatnya.
“Mulanya kami bergerak di unit usaha perternakan sapi. Namun karena ada penyakit sapi yang menghawatirkan (PMK, red), kami coba alihkan pada ekonomi kreatif di unit usaha kuliner atau kafe,” katanya.
Dengan beralihnya unit usaha baru tersebut, diharapkan dapat memberikan angin segar kepada masyarakat, untuk dapat ikut andil dalam ekonomi kreatif di sekitar cafe.
“Kami buat pusat keramaian, dengan begitu akan merangsang warga sekitar untuk dapat menumbuhkan rasa wira usahanya,” katanya.
Dari sejumlah upaya, baik melaui program pembangunan maupun ekonomi kreatif yang dilakukan sebelumnya, Desa Bucor Kulon, mengalami penurunan pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
Dari yang sebelumnya angka kemiskinan ektrem 601, berkurang dan hanya menjadi 90, dengan presentase 85,02 Persen.
“Potensi di desa cukup tinggi. Mulai dari pertanian sampai usaha kecil menengah. Sehingga, ini perlu didorong guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” beber Abd Syukur.
Salurkan Beras untuk Masyarakat
Pemdes Bucor Kulon juga membangun infrastruktur tahun ini. Seperti pembangunan irigasi di Dusun Krajan, RT 8 RW 2. Kemudian pembangunan polindes di RT 9 RW 2. DD juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat tak mampu.
“Melalui DD kami juga menggelontorkan anggaran pada program BLTD, dengan jumlah 38 KPM (keluarga penerima manfaat, red). Kami juga ada pembagunan rabat beton di Dusun Krajan dan 3 unit RTLH. Pembangunan irigasi masuk pada program ketahanan pangan, guna mendorong keberhasilan lahan pertanian warga,” bebernya.
Di bulan Ramadan Ini, pemdes juga melakukan penyaluran beras kepada masyarakat miskin melalui program ketahanan pangan daerah. “Beras 10 Kilogram, dengan sekitar 764 penerima, kami salurkan. Guna menjaga ketahanaan pangan dan menekan inflasi daerah,” jelas Abd Syukur.
Untuk bidang kesehatan, pemdes Bucor Kulon memfokuskan kehutanan pada Posko Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan PKK. “Kegiatan di Posyandu berupa imunisasi, pengecekan kesehatan dan kegiatan kesehatan lainya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim PKK Desa Bucor Kulon, Aisyah menambahkan, ada sejumlah program yang akan dilakukan pihaknya tahun ini. Salah satunya ialah sekolah orang tua hebat (SOTH) dan Dasawisma.
“SOTH ini merupakan sarana pendidikan informal berbasis Rukun Warga (RW) yang ditujukan untuk memperbaiki pola asuh orang tua terhadap balitanya,” bebernya.
Dasa Wisma, disebutnya sebagai upaya memantau sekaligus membantu mengantisipasi timbulnya penyakit yang membahayakan keluarga, terutama pada anak-anak. “Nanti dibentuk kelompok. Kegiatannya seperti kerja bakti, mengadakan lomba pengambilan jentik nyamuk. Intinya yang berkaitan dengan PHBS,” ujanrya. (mu/fun)
APBDes Bucor Kulon Tahun 2024
Pendapatan Asli Desa -- Rp 18.250.000,00
Pendapatan Transfer -- Rp 1.867.945.844,00
Jumlah -- Rp 1.886.195.844,00
Belanja
Belanja Pegawai -- Rp 347.189.520,00
Belanja Barang dan Jasa -- Rp 481.979.662,37
Belanja Modal -- Rp 921.255.700,00
Belanja Tidak Terduga -- Rp 136.800.000,00
Jumlah -- Rp 1.887.224.882,37
Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan -- Rp 1.029.038,37
SILPA Tahun Sebelumnya -- Rp 1.029.038,37
Pembiayaan Netto -- Rp 1.029.038,37