Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Bikin Warga Dringu Terpaksa Ngungsi, Polisi Patroli untuk Amankan Rumah

Inneke Agustin • Rabu, 13 Maret 2024 | 19:21 WIB
AMBROL: Tampak rumah milik Sarima, di RT 06/RT 02 Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu setelah terdampak banjir, Sabtu (9/3) lalu.
AMBROL: Tampak rumah milik Sarima, di RT 06/RT 02 Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu setelah terdampak banjir, Sabtu (9/3) lalu.

DRINGU, Radar Bromo - Bencana banjir yang terjadi di Probolinggo masih menyisakan dampak ke warga.

Genangan memang sudah surut. Tapi warga kini disibukkan dengan membersihkan rumah-rumah. Bahkan ada yang sampai harus mengungsi.

Seperti di Dringu, Kabupaten Probolinggo. Banjir yang menerjang Sabtu (9/3) lalu masih menyisakan kekhawatiran masyarakat. Alhasil sejumlah rumah ditinggalkan mengungsi oleh penghuninya.

Tampak sejumlah warga masih memilih mengungsi ke lokasi lain ketimbang menetap di rumahnya. Seperti yang dilakukan Sarima, 47, yang mengaku tak berani tinggal di rumah sebab dinding rumahnya mengalami retak akibat diterjang banjir.

“Selain itu bagian tanah bagian bawah rumah saya sudah mulai terkikis lagi. Saya khawatir longsor,” katanya.

Ketika malam, ia memilih mengungsi ke rumah saudaranya di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sarima baru kembali ke rumah keesokan paginya

“Rumah saya tinggal begitu saja. Sebab saya pikir sudah tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan lagi. Semua habis diterjang banjir,” kata perempuan yang tinggal di RT 06/RT 02 Dusun Siwalan, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu ini.

Di sisi lain, rumah warga yang ditinggal, kini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi aparat. Warga memang tidak dilarang untuk meninggalkan rumahnya. Tetapi tetap diminta untuk berjaga-jaba.

Kapolres Probolinggo, AKBP Wisnu Wardana mengimbau masyarakat agar dapat mengamankan barang-barang berharga masing-masing. Seperti emas, sertifikat tanah, maupun surat-surat kendaraan bermotor.

Kata kapolres, pihaknya juga akan melakukan patroli di lokasi terdampak banjir. Terutama ke rumah yang saat ini ditinggal mengungsi.

“Patroli kami upayakan dapat dilakukan selama 24 jam. Nantinya kami berkoordinasi dengan Koramil Dringu, Polsek Dringu, dan relawan. Ini untuk mengantisipasi hilangnya barang-barang berharga milik warga,” kata kapolres.

Kepala Puskesmas Dringu, drg. Reni Meutia mengatakan pihaknya telah mendirikan 12 posko pengobatan. Yaitu 5 posko di Desa Dringu, 3 posko Desa Kedungdalem, 3 posko di Desa Kalirejo, dan satu posko di Desa Tegalrejo. Sementara jumlah pengungsi yang masih bertahan di Kantor Kecamatan Dringu sebanyak 10 orang.

“Senin (11/3), kami telah menangani kurang lebih 140 warga di Desa Dringu dan Desa Kedungdalem. Mayoritas keluhannya berupa gatal-gatal, pusing, bahkan ada yang sakit gigi,“ katanya.

Sementara itu, Koordinator Tagana Kabupaten Probolinggo, Guntoro mengatakan, dapur umum tetap mendistribusikan sebanyak 1.000 konsumsi pada warga ataupun relawan banjir. Ia mengatakan bahwa dapur umum akan terus mensuplai makanan hingga maksimal lima hari ke depan, Sabtu (16/3).

“Nantinya menyesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan. Kemudian karena saat ini bulan Ramadhan, maka pelayanan kami hanya sehari sekali yaitu ketika berbuka puasa saja,” katanya. (gus/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#banjir probolinggo #banjir dringu