Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

274 Warga Kota Probolinggo Terdampak Banjir, Landa Dua Kelurahan di Wonoasih

Inneke Agustin • Rabu, 13 Maret 2024 | 18:12 WIB
BANJIR: Banjir yang masuk permukiman di Dusun Prapatan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/3).
BANJIR: Banjir yang masuk permukiman di Dusun Prapatan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/3).

PROBOLINGGO, Radar Bromo- Hujan deras yang mengguyur Probolinggo Sabtu (9/3), tak hanya mengakibatkan banjir di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dua kelurahan di Kota Probolinggo dan satu desa di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, juga kebanjiran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Sugito Prasetyo mengatakan, berdasarkan pantauan FEWS di ruang Pusdalops PB tinggi muka air (TMA) sempat menyentuh level tertinggi 350, Sabtu (9/3). Tingginya curah hujan mengakibatkan banjir di Kelurahan Sumbertaman dan Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih.

Banjir ini terjadi juga akibat meluapnya Sungai Kedunggaleng.

 

 

“Ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa atau kurang lebih semeter,” katanya.

Sugito menjelaskan, beberapa rumah serta hewan ternah turut menjadi korban meluapnya Sungai Kedunggaleng. Terdapat 274 jiwa yang terdampak. Di Kelurahan Kedungasem, di RT 01/RW 05 terdapat 75 jiwa dan 82 jiwa di RT 01 dan RT 02/RW 07.

“Di Kelurahan Sumbertaman, RT 01/RW 06 ada 10 jiwa; RT 02 ada 7 jiwa; RT 03 ada 30 jiwa; RT 05 ada 50 jiwa; dan RT 04 ada 20 jiwa. Ditambah 5 ekor sapi,” jelas Sugito. Mendapati banjir itu, Minggu (10/3) pagi, personel gabungan langsung turun membersihkan sisa-sisa banjir.

Sementara, di Kecamatan Tongas, banjir terjadi di Desa Tambakrejo. Melanda tiga dusun. Di antaranya, Dusun Wringinan, Dusun Krajan, dan Dusun Prapatan.

 

 

“Air mulai meluap dari Sungai Laweyan, Sabtu (9/3) pukul 16.00. Paling parah di RT 13/RW 04 Dusun Prapatan. Ketinggian air sekitar satu meter. Mulai surut pukul 23.00, sekarang sisa material lumpurnya saja,” ujar Kepala Desa Tambakrejo Arifin.

Babinsa Tambakrejo Sertu Aspan Harahap mengatakan, pihaknya bersama perangkat desa melakukan pembersihan material lumpur pascabanjir, Minggu (10/3).

“Untungnya sedimen lumpur tidak terlalu banyak, seperti banjir sebelumnya. Jadi, proses pembersihannya tidak seberat yang lalu,” katanya.

Tanggul sementara yang pernah dibuat di Sungai Laweyan, rusak. Kondisi ini juga sudah dilaporkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.

 

 

“Namun, belum dapat ditangani langsung saat itu, karena kebetulan banyak kawasan yang banjir secara bersamaan. Kemarin alat berat mereka masih menangani di Mojokerto,” ujar Aspan.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief megaku telah mengunjungi Desa Tambakrejo. Namun, hanya melakukan evakuasi warga. “Kebetulan bertepatan dengan adanya banjir di Kecamatan Dringu juga, sehingga kami masih fokus di sini dahulu,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#banjir #bencana #tongas zona hijau