MAYANGAN, Radar Bromo- Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo memiliki koleksi satwa aves lumayan banyak. Sekitar 270 satwa dengan 80 spesies. Spot tematik aves ini dinilai menarik untuk ditonjolkan.
Masukan itu disampaikan Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis ketika berkunjung ke TWSL, Minggu (10/3). Ia mengaku tertarik untuk menonjolkan spot tematik aves. Selain itu, TWSL perlu memperbanyak koleksi dan berbenah. Sehingga, ada hal atau koleksi yang membuat banyak pengunjung tertarik untuk datang ke TWSL. Baik pengunjung dewasa maupun anak-anak.
“Harus ada yang spesifik, supaya pengunjung lebih tertarik datang ke TWSL. Karena koleksi yang banyak satwa aves, maka bisa dijadikan ikon. Jadi, saya minta segera mencari tambahan koleksi satwa aves. Sarana edukasi mencintai satwa dengan foto bersama kelompok aves, juga bakal disukai anak-anak,” katanya.
Menurutnya, juga perlu adanya penataan areal TWSL. Seperti pintu masuk harus dibuat senyaman mungkin. Seperti, memperluas pintu masuk.
“Posisi pintu masuk harus lapang dengan lebar sekitar 4 meter. Lalu, tulisan TWSL yang menarik. Yang penting lagi, paving yang ramah disabilitas dan dikombinasi warnanya, sehingga menambah nilai estetikanya,” jelasnya.
Di utara TWSL, kata Nurkholis, ada lahan sekitar 2,04 hektare. Lokasi itu layak untuk dijadikan lahan perluasan dan ditempati wisata petik buah. Seperti mangga maupun anggur atau buah lainnya. “Jika memungkinkan menembus pantai utara, bakal semakin menarik,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Retno Wandansari mengatakan, masukan dari Nurkholis akan segera ditindaklanjuti. Pihaknya akan segera mempercantik TWSL dengan luas lahan 2,4 hektare itu. Begitu juga dengan spot aves.
“Pengunjung sejak Januari hingga awal Maret, hampir mencapai 8.000 orang. Sudah melebihi target bulanan untuk setor PAD. Tetapi, kami masih berupaya agar bisa terus mendongkrak PAD dengan membuat acara yang kreatif, sehingga menarik masyarakat untuk berkunjung ke TWSL,” ungkapnya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando