DRINGU, Radar Bromo- Ribuan warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali dilanda bencana tahunan. Banjir. Sabtu (9/3) sore, ada empat desa di Kecamatan Dringu yang terdampak. Dari empat desa itu, tercatat ada 3.019 kepala keluarga (KK).
Empat desa itu di antaranya Desa Kedungdalem, Desa Dringu, Desa Kalirejo, dan Desa Tegalrejo. Air yang masuk ke rumah-rumah warga ini berasal dari luapan Sungai Kedunggaleng.
Camat Dringu Heri Mulyadi mengatakan, total 3.109 KK dari empat desa terdampak. Di antaranya, 500 KK warga Desa Kalirejo dan 59 KK warga Desa Tegalrejo.
“Yang paling parah ada di dua desa. Desa Kedungdalem sebanyak 1.500 KK dan Desa Dringu sebanyak 1.050 KK,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, sejak Sabtu (9/3), ada 40 orang yang mengungsi ke Kantor Kecamatan Dringu. Mereka merupakan kelompok rentan, seperti warga lanjut usia (lansia), balita, dan ibu hamil.
“Sekarang sudah berkurang menjadi 25 orang. Selebihnya sudah kembali ke rumah masing-masing untuk bersih-bersih,” ujarnya, Minggu (10/3).
Mengantisipasi adanya warga yang membutuhkan penangan dampak banjir, Puskesmas Dringu membuka pelayanan. Mendirikan satu pos pelayanan kesehatan dan menyediakan dua unit ambulans di Desa Kedungdalem.
“Dari 40 orang pengungsi sudah kami lakukan pengecekan kesehatan. Kami tangani sesuai keluhan masing-masing. Mulai dari tensi tinggi, sesak, hingga gatal-gatal,” ujar Kepala Puskemas Dringu drg. Reni Meutia.
Tagana Kabupaten Probolinggo juga bergerak cepat. Mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan konsumsi warga terdampak.
“Kami mendistribusikan kurang lebih 1.000 nasi bungkus untuk warga dan relawan. Kemarin (9/3), pendistribusian dilakukan sekali pada pukul 23.00. Hari ini (10/3) dua kali. Pagi pukul 07.00 dan sore pukul 16.00. Sistem pendistribusiannya droping ke ketua RT atau RW ataupun tokoh masyarakat di lokasi tersebut,” ujar Koordinator Tagana Kabupaten Probolinggo Guntoro.
Baznas Kabupaten Probolinggo juga mengirim sejumlah bantuan pangan. Berupa 5 kuintal beras dan 10 dus mi instan. Selain untuk meringankan beban korban banjir, hal ini diharapkan dapat menjadi fasilitas bagi para muzaki dan munfiq peduli unsur kemanusiaan.
“Untuk langkah berikutnya, menunggu perkembangan. Kami masih melihat kondisi di lapangan hari ini, apa yang dibutuhkan lagi,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo Ahmad Muzammil. (gus/rud)
WARGA TERDAMPAK BANJIR
1.500 KK
Warga Desa Kedungdalem
1.050 KK
Warga Desa Dringu
500 KK
Warga Desa Kalirejo
59 KK
Warga Desa Tegalrejo
Editor : Ronald Fernando