DRINGU, Radar Bromo-Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (9/3) dipicu meluapnya sungai Kedunggaleng.
Misyono, 58, warga Kedungdalem, Dringu mengatakan, air mulai meluap ke sisi timur sungai sekitar pukul 16.30. “Tepat ketika hujan mulai reda, ada banjir kiriman dari wilayah selatan. Ditambah parafet di sisi barat sungai ambruk. Sehingga air mengalir hingga ke jalan,” katanya.
Misyono mengatakan bahwa ini kali pertama banjir menerjang rumahnya pada tahun ini.
“Dulu pada 2021 pernah sampai kesini. Tapi tahun ini, baru pertama. Ini karena parafet jebol itu tadi,” kata pria yang berdomisili di RT 08/RW 03 Dusun Satriyan, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu ini.
“Biasanya tidak sampai kesini, hanya di dekat SD Kedung Dalem III. Tidak pernah sampai kesini,” imbuhnya.
Camat Dringu, Heri Mulyadi juga tampak di lokasi banjir, Sabtu malam. Dari data yang masuk, banjir kali ini ini merendam dua desa. Yaitu Desa Kedung Dalem dan Desa Dringu.
“Ketinggian air di sisi selatan sekitar 20 sentimeter. Namun makin ke utara, makin dalam. Di Desa Dringu ketinggian air mencapai 1 meter atau seperut orang dewasa,” jelasnya.
Heri mengatakan banyak rumah yang kemasukan air. Terutama di Desa Dringu.
Namun pihaknya belum mendata secara spesifik berapa jumlah rumah yang terdampak.
“Saat ini kami masih fokus mengevakuasi warga yang rentan,” tuturnya.
Tampak lokasi dipenuhi warga yang keluar dari rumah. Mereka tampak saling membantu mengevakuasi warga lain.
Sementara sistem aliran listrik dan penerangan di dua desa tersebut dipadamkan.
“Dipadamkan oleh PLN untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi korsleting,” kata Heri.
Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan, banjir mulai surut pada 18.00.
Kini pihaknya tengah membantu mengevakuasi warga yang rentan seperti ibu hamil, bayi, dan lansia. Tampak sejumlah lansia dievakuasi menggunakan perahu karet BPBD.
“Saat ini sudah ada 4 lansia yang kami evakuasi ke kantor Kecamatan Dringu. Nantinya kami juga akan mendirikan posko disana,” katanya.
Setelah air mulai surut, warga tampak membersihkan sisa sisa material yang bertebaran di Jalan. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi