LUMBANG, Radar Bromo- Kasus kebakaran rumah Satiman, 80, warga Dusun Krajan, Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terus didalami. Diduga, rumah korban ludes dilalap api yang berasal dari korsleting listrik.
Api melalap rumah korban pada Selasa (5/3), pukul 13.30. Kapolsek Lumbang AKP Suharsono mengatakan, kebakaran kali pertama diketahui oleh anak korban, Santi, 46. Kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah korban.
“Anaknya mendengar ada suara seperti letupan mercon. Kemudian, melihat rumah orang tuanya mengeluarkan asap. Segera dia memanggil para tetangga yang lainnya,” ujarnya.
Ketika kejadian, korban tidak di rumah. Korban sedang mencari rumput untuk pakan ternak.
“Pulang-pulang sudah banyak warga di lokasi dan rumahnya berasap,” kata Suharsono.
Api melalap seisi rumah. Dinding rumah yang semipermanen membuat api lekas menjalar hingga ke atap. Tampak setengah dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu terbakar habis. Termasuk atap rumah. Menyisakan bangunan rumah yang terbuat dari bata.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Korban menderita kerugian materiil sekitar Rp 40 juta. Api membakar uang simpanan korban sekitar Rp 1,5 juta yang disimpan di dalam lemarinya. Ada juga tembakau siap pakai senilai Rp 1,5 juta dan 8 ekor ayam.
“Ada juga anak sapi yang turut mengalami luka bakar di bagian wajah. Alhamdulillah, masih bisa diselamatkan. Kemarin sudah diobati,” jelasnya.
Suharsono mengatakan, dari dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Saat pemadaman, aliran listriknya diputus dulu. Proses pemadaman dilakukan dengan cara gotong royong.
“Untunglah dibantu gerimis, sehingga lekas padam. Pemilik rumah mendapatkan bantuan untuk pembangunan rumahnya kembali dari swadaya masyarakat dan pemerintah desa,” katanya.
Untuk sementara, kini korban mengungsi ke rumah anaknya. BPBD Kabupaten Probolinggo juga datang membantu. Rabu (6/3), BPBD membawa bantuan berupa selembar terpal, sepaket peralatan dapur, sepaket alat kebersihan, sepaket sembako, tiga bungkus biskuit, dan tiga bungkus makanan siap saji.
“Ada satu lembar matras dan satu lembar selimut. Juga ada satu sandang dan satu paket perlengkapan sekolah,” ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando