Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Handphone Hilang, Jasa Parkir di Belakang Eratex Probolinggo Dikeluhkan, Begini Kata Jukir

Inneke Agustin • Senin, 4 Maret 2024 | 13:55 WIB
RAMAI: Suasana di salah satu lahan parkir di belakang PT Eratex Djaja, Probolinggo.
RAMAI: Suasana di salah satu lahan parkir di belakang PT Eratex Djaja, Probolinggo.

KANIGARAN, Radar Bromo- Lokasi penyedia jasa parkir motor di belakang PT Eratex Djaja, Probolinggo, dikeluhkan. Sebab, ada warga yang memakir motornya dan barang yang disimpan di motornya raib.

Keluhan ini sempat menyebar di media sosial, disampaikan akun bernama Febriana Putri. Ia mengeluh dan meminta warga berhati-hati ketika menitipkan motornya di jasa pakir.

“Padahal handphone sudah jelas-jelas ada di jok sepeda motor, bisa hilang. Tak hanya itu, kacamata beserta tempatnya juga diambil. Lebih lucunya lagi, tukang parkirnya memberi respons yang biasa saja. Tidak ada rasa tanggung jawab. Setidaknya, minta maaf karena sudah lalai. Sangat mengecewakan, hati-hati untuk yang lainnya,” tulisnya.

 

 

Seorang penjaga parkir, Purtopo, 72, mengatakan, seminggu lalu memang ada seorang karyawan perempuan yang mengaku kehilangan handphone. Ia mengaku telah berusaha membantu dengan menunjukkan rekaman CCTV di lokasi parkir. Termasuk bersedia bila kasus ini dipolisikan.

“Saya bersedia memberikan kesaksian bila memang hendak ke ranah kepolisian. Sebab, saya juga merasa resah dengan adanya pencurian-pencurian semacam ini. Di sini sudah dilengkapi 3 CCTV. Tapi, memang kualitas rekaman masih kurang bagus, kadang wajah pelaku tidak tampak,” katanya.

Ia mengaku kasus semacam ini sering terjadi. Terutama ketika belum dipasang CCTV. “Tapi, ya begitu, yang mengambil biasanya sesama karyawan yang kebetulan parkir di sini. Mungkin karena melihat ada barang, jadi diambil,” katanya.

 

 

Menurutnya, bila sudah mendekati waktu masuk, karyawan ataupun karyawati suka terburu-buru. Kadang lupa barang bawaannya atau bahkan lupa menutup jok motornya, sehingga dijadikan kesempatan untuk dicuri.

“Sayangnya, memang selalu kami yang disalahkan sebagai penjaga parkir. Padahal sudah kami imbau untuk mengamankan barang bawaan masing-masing,” ujar pria asal Boyolali ini.

Pernyataan senada disampaikan penjaga parkir lainnya, Muhyi Kadavi, 23. Menurutnya, kebanyakan barang-barang yang hilang, barang yang tak sengaja tertinggal karena pemiliknya terburu-buru.

“Seperti handphone ataupun jam tangan. Kalau saya lihat, saya amankan. Nanti ketika pulang bisa ditanyakan ke saya dengan menyebutkan sandi ataupun gambar layar di handphone. Masalahnya kalau sudah kelihatan orang lain duluan,” katanya.

 

 

Terkait barang hilang seperti helm, ia mengatakan, bahwa siap mengganti dengan besaran 50 persen dari harga barang.

“Kalau helm atau jaket mungkin masih bisa mengganti. Kalau hilang diganti 50 persen harga. Kalau jatuh kemudian kacanya pecah, kami ganti kacanya,” katanya.

Karena itu, kata Muhyi, bila ada karyawan yang tidak bisa mengeluarkan sepedanya sendiri, disarankan meminta bantuan kepada penjaga pakir.

“Ketimbang malah menjatuhkan helm orang lain. Tapi, kalau handphone yang hilang, kebijakannya ada di pemilik parkiran. Sebab, harganya lumayan mahal kan, sementara saya di sini hanya bekerja, bukan pemilik,” katanya. (gus/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kriminal #hilang #eratex #parkir