MAYANGAN, Radar Bromo- Konflik antara Israel dan Palestina terus mengundang perhatian banyak pihak. Minggu (3/3) pagi, ratusan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Tahfidz Bintangku, Kota Probolinggo, menggelar penggalangan dana untuk Palestina.
Kegiatan yang dikemas dengan Tarhib Ramadhan dan Munashoroh Palestina, ini digelar di dua tempat. Di Alun-Alun Kota Probolinggo dan Bundaran Gladak Serang. Ratusan siswa kelas 1–3 beraksi di Bundaran Gladak Serang dan siswa kelas 4–6 di alun-alun.
Selain menggalang dana, mereka mengisi aksinya dengan pembacaan puisi dan pidato tentang Ramadan dan Palestina. Ada juga penampilan drama dan ditutup dengan refleksi.
Kepala SDIT Tahfidz Bintangku Trisni Asyigah Zin mengatakan, Tahrib Ramadan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan adanya konflik Palestina-Israel yang belum usai, pihaknya mengajarkan anak didiknya peduli terhadap saudara muslim di Palestina.
“Kami mengajarkan anak-anak untuk peduli umat, terhadap Palestina. Kepeduliannya dalam bentuk orasi dan donasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 06.00 sampai pukul 09.00, ini berhasil mengumpulkan donasi Rp 7 juta. Dana ini hasil penggalangan dana dari warga yang kebetulan melintas di sekitar lokasi aksi.
Trisni mengatakan, hasil penggalangan dana ini nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Kota Probolinggo. Karena menjelang Ramadan, dalam aksi ini para pelajar juga membagi-bagikan jadwal imsakiah kepada warga.
Koordinator Lapangan Tuti Alawiyah mengatakan, penyambutan Ramadan kali ini juga untuk menunjukan aksi solidaritas untuk rakyat Palestina. Sebanyak 261 siswa-siswa SDIT Tahfidz Bintangku menyambut datangnya bulan suci dengan cara meramaikan Alun-Alun Probolinggo dan Bundaran Gladak Serang. (mg2/rud)
Editor : Ronald Fernando