Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hindari Longsor Desa Wedusan Tiris Perkuat Tanah dengan TPT

Achmad Arianto • Senin, 4 Maret 2024 | 13:10 WIB

 

 

LEBIH AMAN: Kepala Desa Wedusan Busri (bertopi) bersama perangkat desa mengecek pembangunan TPT di RT 13/RW 4, Dusun Wedusan.
LEBIH AMAN: Kepala Desa Wedusan Busri (bertopi) bersama perangkat desa mengecek pembangunan TPT di RT 13/RW 4, Dusun Wedusan.

 

Kebutuhan masyarakat menjadi pertimbangan Pemerintah Desa Wedusan, Kecamatan Tiris, dalam merealisasikan pembangunan. Peningkatan kualitas infrastruktur dan pencegahan bencana tahun ini jadi sasarannya.

 KENYAMANAN warga dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari menjadi pertimbangan Pemerintah Desa (Pemdes) untuk membangun infrastruktur.

Pemdes Wedusan berencana membangun dua Tembok Penahan Tanah (TPT) di lokasi rawan longsor.

Kasi Pemdes Wedusan Syamsul Arifin mengatakan saat ini pemerintah desa sedang mengerjakan pembangunan TPT di RT 13/RW 4, Dusun Wedusan.

Bangunan tersebut memiliki panjang 75 meter dengan tinggi 3,75 meter. Memiliki fungsi untuk menahan material tanah agar tidak longsor.

Pasalnya wilayah ini memiliki potensi longsor yang cukup tinggi. Saat musim hujan kerap terjadi longsoran kecil.

Dalam jangka panjang akan mengurangi luas lahan di wilayah yang berada diatasnya.

“Kemarin pernah longsor, jadi pembangunannya kami prioritaskan. Saat ini pengerjaannya sudah 50 persen,” katanya.

TPT lainya yang akan dikerjakan berada di RT 9/RW 8, Dusun Kacangan. Memiliki fungsi memperkuat bahu jalan yang berbatasan dengan rumah dan kebun milik warga desa setempat. Memiliki panjang 62 dengan tinggi 1,45 meter. Tinggi TPT menyesuaikan permukaan tanah.

"TPT memang kami bangun sebab khawatir ambrol. Sebab lokasinya persis berada dipinggir jalan," katanya.

Sebelum dibangun, warga sekitar kerap mengeluh, lokasi TPT yang berbatasan dengan pemukiman. Saat hujan aliran air kerap mengikis tanah, jika dibiarkan hal itu akan menyebabkan tanah menjadi ambrol. Oleh karena itu perlu ada penguatan konstruksi.

Di lokasi pembangunan setidaknya terdapat belasan lahan perkebunan milik warga. Jika ada pengikisan air karena TPT tanah ambrol akan mempengaruhi mobilitas warga. Oleh karena itu perlu dibangun dengan kokoh.

“TPT ini sangat penting sebab wilayah desa banyak yang berbatasan dengan tebing atau dataran yang posisinya lebih tinggi. Kalau musim hujan cukup mengkhawatirkan. Melihat hal itu perlu ada pembangunan TPT agar terhindar dari bencana tanah longsor,” ujarnya. (ar/fun/*)

 

JALAN USAHA TANI: Beberapa pekerja membangun jalan di RT 9/RW 8, Dusun Kacangan.
JALAN USAHA TANI: Beberapa pekerja membangun jalan di RT 9/RW 8, Dusun Kacangan.

ISTIRAHAT: Beberapa pekerja membangun ruas jalan di Dusun Kacangan. Pemerintah Desa masih fokus meningkatkan kualitas infrastruktur. 
ISTIRAHAT: Beberapa pekerja membangun ruas jalan di Dusun Kacangan. Pemerintah Desa masih fokus meningkatkan kualitas infrastruktur. 

Ruas Jalan Antar Dusun Makin Nyaman

 

BERADA di wilayah dataran tinggi tentunya harus didukung dengan infrastruktur yang baik. Dengan infrastruktur yang baik tentunya banyak manfaat yang diperoleh. Mulai dari kenyamanan dan keamanan warga desa dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Hingga berkembangnya potensi yang dimiliki oleh desa.

Kasi Pemdes Wedusan Syamsul Arifin mengatakan jika saat ini pemerintah desa masih fokus untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur desa.

Sebab saat ini infrastruktur desa masih perlu dibangun serta ditingkatkan kualitasnya. Dari belasan jalan desa yang ada, kondisinya masih cukup mengkhawatirkan.

Sebab masih belum tersentuh pembangunan. Anggaran yang terbatas salah satu alasannya.

"Pembangunan desa dan potensi yang ada perlu infrastruktur yang mumpuni. Jadi saat ini masih kami prioritaskan pembangunan jalan desa," katanya.

Setidaknya sudah ada tiga ruas jalan yang masuk dibangun oleh pemerintah desa. Diantaranya adalah merabat beton jalan sepanjang 221 meter di RT 5/RW 6, Dusun Kemiri Teguh.

Ruas jalan ini merupakan akses menuju pemukiman padat penduduk yang dihuni oleh 110 KK. Jalan ini juga merupakan akses menuju fasilitas pendidikan sebuah yayasan mulai dari jenjang pendidikan MI, MTs, dan MA.

Kemudian merabat beton di dua titik dengan total panjang 102 meter di RT 1/RW 1, Dusun Krajan. Ruas jalan ini merupakan akses menuju pemukiman penduduk yang dihuni oleh 60 KK.

“Ruas jalan Dusun Krajan ada dua titik yang akan kami bangun. Panjangnya berbeda, titik pertama memiliki panjang 46 meter dan titik kedua panjangnya 56 meter,” ucapnya.

Selanjutnya merambat beton jalan usaha tani sepanjang 443 meter di RT 16/RW 5, Dusun Tunggangan.

Jalan ini banyak digunakan oleh warga ke lahan perkebunan dan pertanian. Pasalnya terdapat 28 hektare lahan dapat dijangkau melalui ruas jalan ini.

Kondisinya yang kurang nyaman membuat masyarakat sering mengeluh. Karena itulah pemdes merencanakan pembangunan tahun ini.

“Jalan yang segera kami bangun tersebut memiliki volume pengguna jalan yang cukup tinggi. Kami harap setelah dibangun mampu memberikan manfaat lebih. Tidak hanya mempermudah aktivitas tetap juga bisa turut mengatrol kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Rencana Pembangunan Desa Wedusan Tahun 2024

 (ar/fun/*)

Editor : Abdul Wahid
#Desa Wedusan Kecamatan Tiris #transparansi desa