WONOMERTO, Radar Bromo - Longsor terjadi di area mata air Umbulan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Akibatnya, beberapa jaringan pipa transmisi Perumdam Tirta Argapura hancur dan putus total tertimpa batu material longsor.
Data yang dihimpun jawapos.radarbromo.com, pipa dua jalur ukuran 6 dim dan pipa 5 jalur ukuran 4 dim, hancur dan putus total. Kondisi itu diketahui Kamis (29/2).
Sejak saat itu juga, pelayanan air bersih di tiga unit Perumdam Tirta Argapura terganggu.
Pelayanan aliran air bersih di Unit Patalan mati total. Lalu, pelayanan air bersih mati sebagian di Unit Bantaran dan Unit Sukapura. Total, ada 1.500 pelanggan yang layanannya terganggu.
Faruk, warga Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo mengatakan, aliran air Perumdam mati total sejak Kamis (29/2).
Untungnya, rumah faruk juga punya mesin air sebagai cadangan saat aliran air Perumdam mati.
Sehingga, kebutuhan air bersih di rumahnya masih bisa dipenuhi. Walaupun, dirinya lebih berharap air Perumdam mengalir normal.
”Air (Perumdam) beberapa hari ini mati. Saya dengar cuma ada kerusakan,” katanya.
Kabag Teknik Perumdam Tirta Argapura Kabupaten Probolinggo, Hari Supriyanto membenarkan matinya aliran air Perumdam di tiga unit di wilayah Probolinggo barat.
Antara lain di Unit Patalan seluruh pelayanan air mati total. Lalu sebagian Unit Bantaran dan sebagian unit Sukapura, pelayanan air juga mati.
Layanan air mati, setelah jaringan pipa Perumdam rusak akibat tertimpa material longsor di Sumber Umbulan di Sukapura. Bahkan, jaringan pipa air bersih milik desa juga rusak akiabt longsor.
”Kamis (29/2), kami sudah telusuri penyebab matinya pelayanan air. Ternyata, sejumlah pipa jalur pelayanan air bersih di sumber mata air Umbulan hancur karena tertimpa longsor,” katanya.
Dia memperkirakan, pipa-pipa itu kejatuhan batu-batu besar saat longsor. Sehingga, pecah dan putus.
Dari hasil pengecekan menurut Hari, longsor mengenai jaringan pipa transmisi HDPE 4 dim yang tersusun 4 sap dan 6 dim.
Akibatnya, jaringan pipa pun rusak. sehingga, pelayanan air bersih di Unit Patalan mati total. Sementara di Unit Bantaran dan Unit Sukapura, mati sebagian.
”Tim sudah survei ke lokasi untuk memastikan kerusakan pipa dan kebutuhan yang diperlukan untuk penanganan pipa yang rusak oleh Unit Integrasi. Diperkirakan, Senin (4/3) tim turun untuk memperbaiki pipa yang rusak,” terangnya.
Namun, memang perbaikan diperkirakan tidak bisa selesai cepat. Sebab, titik kerusakan berada di tebing yang curam.
Selain itu, cuaca saat ini masih sering hujan. Butuh waktu untuk menjangkau lokasi tebing. Petugas yang melakukan perbaikan juga harus mempertimbangkan kondisi cuara.
Karena itu, diperkirakan perbaikan tidak bisa berlangsung cepat. Kemungkinan butuh waktu 3 - 4 hari. Itupun kalau cuaca sedang baik atau tidak sedang turun hujan.
”Kemungkinan kami akan membuat jalur baru untuk menyambung jaringan pipa yang hancur tersebut,” ujarnya. (mas/hn)
Editor : Abdul Wahid