PROBOLINGGO, Radar Bromo - Adanya temuan 12 kasus matinya sapi di Kecamatan Tongas pada Kamis (15/2) lalu menjadi atensi Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo.
Diperta langsung melakukan disinfeksi ke sejumlah pasar hewan tradisional di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Nikolas Nuryulianto menjelaskan bahwa disinfeksi dilakukan bersama BPBD.
Pihaknya sudah mendisinfeksi Pasar Hewan Pakuniran, Besuk, Maron dan dan Banyuanyar.
Katanya, disinfeksi bertujuan agar kejadian penyakit hewan yang merebak di Kabupaten Probolinggo dapat diminimalisir.
“Harapan kami semua pelaku usaha ataupun peternak dapat mengizinkan ternaknya untuk divaksin oleh pihak kami,” jelasnya.
Nikolas menjelaskan, masih ada empat pasar hewan tradisional lainnya di Kabupaten Probolinggo yang belum dilakukan disinfeksi. Yaitu Pasar Hewan Muneng, Tongas, Leces, dan Kotaanyar.
Di Kota Probolinggo, penyakit PMK dan Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang sapi juga mulai marak lagi.
Sejak awal tahun 2024, sudah sebanyak 13 dari 5.516 ekor sapi potong yang terkena PMK. Sedangkan yang terkena LSD ada 17 dari 5.680 ekor sapi.
Sebagai antisipasi, vaksinasi dilanjut kembali. Target vaksinansi kepada hewan ternak sebanyak 4.800 dosis untuk didistribusikan 2 bulan, dan telah dimulai sejak awal Januari sampai akhir Maret.
Dosis yang diberikan yaitu setiap sapi minimal tiga kali vaksin.
“Jarak vaksin pertama ke vaksin ke dua yaitu satu bulan. Vaksin kedua ke vaksin ke tiga enam bulan. Kemudian setelah itu tetap dianjurkan vaksin per enam bulan sekali, semasih ada penyakit PMK,” ujar Vaiha Mariami, dokter hewan Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Probolinggo
Selain itu sudah sebanyak 4.064 dosis vaksin sudah diberikan pada domba, kambing, dan sapi.
Dosis tersebut dihitung dari tanggal 15 Januari 2024 sampai 16 Februari 2024.
Vaksinasi juga mendapat kendala. Sebab masih ada peternak yang menolak dengan alasan hewan ternak yang divaksin khawatir mati. Da pula yang menganggap vaksin hanya cukup satu kali saja.
Kepala Dinas Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Probolinggo, Aries Santoso mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mengedukasi ke peternak agar ingin ternaknya bisa divaksin.
“Sudah kami optimalkan dengan mendatangi peternak langsung kemudian kami vaksin. Bahkan sudah hampir setiap hari kami ada jadwal vaksin,” kata Aries
Adapun penyebab maraknya PMK disebabkan mobilisasi sapi yang keluar-masuk di daerah Kota Probolinggo.
Selain itu, musim hujan menjadi faktor yang bisa menyebabkan sapi terkena PMK. (gus/mg2/fun)
Editor : Abdul Wahid