Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Perlu Intervensi Pemerintah Tekan Inflasi di Kota Probolinggo

Arif Mashudi • Rabu, 7 Februari 2024 | 23:25 WIB
Ilustrasi inflasi
Ilustrasi inflasi

KANIGARAN, Radar Bromo - Angka inflasi Januari 2024, secara nasional atau rata-rata nasional sebesar 2,57 persen. Di Kota Probolinggo masih di angka 2,46 persen. Dengan kondisi ini, dinilai membutuhkan intervensi pemerintah untuk menekan laju angka inflasi.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pada Januari 2024, tingkat inflasi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu.

Begitu juga inflasi tahunan Januari 2024, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

“Terkait Indeks Perkembangan Harga Bahan Pangan, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan pada Januari 2024. Di antaranya, minyak goreng, beras, cabai merah, bawang putih, bawang merah, dan daging ayam,” katanya.

Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis mengatakan, melihat angka inflasi, hal ini menandakan perlu adanya intervensi pemerintah daerah.

Karena itu, dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar dapat menekan laju inflasi.

“Makanya dalam waktu dekat saya akan panggil dari BPS, kira-kira daerah mana yang harus dipenetrasi. Sehingga, inflasi dapat ditekan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Febrina mengatakan, berdasarkan data BPS, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Probolinggo pada Desember 2023 mengalami inflasi bulanan dan tahun kalender.

Inflasi Januari 2024 relatif lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,22 persen.

“Inflasi periode Januari 2024 terutama didorong oleh kenaikan harga perawatan pribadi dan jasa lainnya. Termasuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya.

Berdasarkan komoditasnya, kata Febrina, inflasi Kota Probolinggo, terutama didorong oleh kenaikan harga pada komoditas tomat, emas perhiasan, beras, bawang putih, dan bawang merah.

Sedangkan, tekanan inflasi domestik tetap terjaga di kisaran sasaran inflasi. Risiko ketahanan pangan, khususnya untuk komoditas beras, ke depan masih perlu diwaspadai seiring prakiraan terjadinya keterlambatan tanam, sehingga masa panen raya tahun 2024 juga diperkirakan akan mundur dari waktu yang seharusnya. (mas/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#Kota Probolinggo #pemkot probolinggo #inflasi