Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sepuluh Titik di Kota Probolinggo Ini Rawan Banjir

Arif Mashudi • Rabu, 7 Februari 2024 | 19:10 WIB
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir

KANIGARAN, Radar Bromo - Puncak musim hujan juga diwaspadai Kota Probolinggo. Hujan deras yang mengguyur Kota Probolinggo beberapa hari terakhir, sudah mengakibatkan genangan di beberapa wilayah.

Jika dipetakan, ada 10 titik yang rawan terjadi banjir. Baik banjir kiriman ataupun banjir genangan.

Bencana ini menjadi perhatian Pemkot Probolinggo. Bahkan Pj Wali Kota Wali Kota Probolinggo Nurkholis, langsung mengadakan rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo dari BPBD Kota Probolinggo, potensi dan ancaman bencana hidrometeorologi atau banjir di Kota Probolinggo ada 10 titik.

Mulai di titik aliran Sungai Kedunggaleng, aliran sungai Legundi, aliran sungai Spase, Kampung Dok Mayangan, jalan Sunan Kalijogo, Jalan KH. Hasan (Gg Damai, Flamboyan, Melati), Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Juanda dan Jalan Cokroaminoto.

Pj Wali Kota Probolinggo Nurkholis mengatakan, pentingnya untuk melakukan pengecekan mesin pompa penyedot air serta saluran air.

Mengingat, kesiapan menghadap musim hujan yang rawan terjadi banjir, harus dipastikan kesiapan peralatannya. Termasuk saluran-saluran air di wilayah kota.

“Saya ingin lihat pompa-pompa yang dimiliki. Kapasitasnya berapa dan lokasinya dimana saja. Ada yang ditambah pompanya atau bagaimana?. Yang kedua, coba kami cek lagi, ada mungkin saluran yang mungkin buntu, daun jatuh atau mungkin sudah lama tidak dikeruk,” terangnya pada seluruh peserta rakor.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito mengatakan, selama tahun 2023, di Kota Probolinggo terdapat 39 kejadian pohon tumbang, 56 kebakaran, 54 genangan air dan 3 operasi SAR (search and rescue, red).

”Sedangkan lokasi terdampak pada kejadian tersebut terbanyak ada di wilayah Kecamatan Mayangan, yakni sebanyak 44 kejadian,” katanya.

Sugito menerangkan, di Kota Probolinggo sudah dilakukan pemetaan terkait titik-titik rawan bencana banjir. Setidaknya, ada 10 titik rawan banjir kiriman dan banjir genangan.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan mitigasi. Mulai pemantauan kondisi dam sungai dan peralatan EWS (Early Warning Sistem) di DAM Sungai Kedunggaleng, DAM Kedung Kemiri atau DAM Kedungasem, DAM Sumber Kareng, DAM Wringin Kademangan dan DAM Permata.

”Nantinya akan dilakukan pembersihan sampah di titik dam dan aliran sungai. Termasuk menyiagakan alat berat di sekitaran dam sungai dan kendaraan angkut sampah,” terangnya. (mas/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#bpbd kota probolinggo #banjir probolinggo #musim hujan