MAYANGAN, Radar Bromo - Pujasera lantai 2 Alun-alun Kota Probolinggo tak kunjung ramai. Bahkan, kini sepi melompong.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, pujasera yang dibangun di sisi timur alun-alun itu sebenarnya ramai.
Namun, hanya lantai satu yang ramai. Itu pun kondisinya tidak rapi.
Sementara pujasera lantai 2, kosong tanpa penghuni. Hanya tersisa gerobak dan etalase dari Pemkot Probolinggo yang terbengkalai.
Sementara itu, tidak ada satu pun PKL yang berjualan di lantai atas. Lantai dua itu kosong.
Para PKL yang semula berjualan di sana, memilik kembali berjualan di seputar alun-alun.
Baca Juga: Pemkot Probolinggo Putus Listrik di Luar Pujasera Alun-alun
Sehingga, memadati hampir semua sisi alun-alun. Baik di sisi selatan alun-alun, maupun utara dan barat.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, pihaknya tengah menata kembali PKL di seputar alun-alun.
Saat ini, dibuka pendaftaran baru bagi PKL yang ingin berjualan di lantai dua pujasera.
Selanjutnya, PKL yang berjualan di seputar alun-alun akan ditertibkan lagi. Sebab, seputar alun-alun memang harus steril. Semua PKL harus berjualan di pujasera.
”Kami sudah menerima pendaftaran pedagang yang akan menempati pujasera. Nanti kami upayakan ada kegiatan lagi di Pujasera,” katanya.
Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, manfaat pujasera akan terasa bila perencanaan PKL dilakukan secara tepat sejak awal.
Sayangnya, sampai saat ini, tidak ada penataan yang tepat. Sehingga, membuat pujasera lantai 2 terbengkalai.
”Cukup disayangkan karena lantai atas Pujasera malah tidak dimanfaatkan,” katanya.
Andai ada perencanaan sejak awal dan melibatkan seluruh PKL menurutnya, akan lebih baik. Sehingga, ada komunikasi antara PKL dengan pemerintah. (mas/hn)
Editor : Achmad Syaifudin