MAYANGAN, Radar Bromo - Konser musik yang digelar di Alun-alun Kota Probolinggo, Jumat (26/1) malam, menyisakan pekerjaan rumah bagi petugas kebersihan. Karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, alun-alun pun “penuh” sampah.
Sabtu (27/1) pagi, masih banyak sampah yang berserakan. Namun, aktivitas masyarakat juga tetap berlangsung. Tetapi, sebagian dari mereka mengaku tak nyaman dengan banyaknya sampah.
“Walau gak ganggu waktu olahraga, tapi kalau dilihat ya tidak enak,” ujar salah seorang pengunjung alun-alun, Yuli, 20.
Ia mengaku datang ke alun-alun untuk berolahraga dan menghirup udara segar. Namun, harus dibuat tidak nyaman dengan pemandangan lapangan yang seharusnya bersih, tetapi penuh sampah.
Pernyataan serupa disampaikan salah seorang guru SMP di Kota Probolinggo, Rudi. Kemarin, ia mengajak muridnya melakukan kegiatan Pramuka di alun-alun.
Meski materi yang disampaikan masih bisa diterima muridnya, tapi ia mengaku, merasa terganggu dengan banyaknya sampah yang berserakan.
Ia berharap warga Probolinggo, memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan agar lingkungan selalu nyaman untuk dinikmati.
“Harapannya juga kepada DLH (Dinas Lingkungan Hidup) agar bisa langsung membersihkan setelah acara. Apalagi, nanti malam minggu, pasti akan banyak orang yang ke sini,” katanya.
Kepala Bidang Konservasi Pertamanan DLH Kota Probolinggo Suciati Ningsih mengatakan, pihaknya telah berupa membersihkan alun-alun Kota Probolinggo. Bahkan, dimulai sejak Sabtu (27/1) pukul 01.00 sampai pukul 05.00.
Menurutnya, petugas yang mebersihkan pada waktu pagi harus beristirahat. Pembersihan dilanjutkan pukul 14.00. ada 10 orang yang diterjunkan untuk membersihkan banyaknya sampah di alun-alun.
Menurutnya banyaknya sampah di alun-alun bukan hanya tanggung DLH. Melainkan tanggung jawab bersama dari masyarakat yang menonton konser. Seharusnya masyarakat bisa menjaga lingkungan di setiap agenda.
Seperti tidak membuang sampah sembarangan atau menaruh sampah di kantong plastik dan membuangnya ketika menemukan tempat sampah.
Menurutnya, tersapat sekitar 20 tempat sampah di area alun-alun. Warga pun tidak terlalu kebingungan jika ingin membuang sampah.
Katanya, masyarakat bisa ikut andil merawat dan memelihara aset pemerintah agar bisa difungsikan dengan maksimal.
“Harapanya, masyarakat bisa memfungsikan aset-aset yang ada di sana, seperti membuang sampah di tempatnya dan tidak merusak fasilitas,” katanya. (mg2/rud)
Editor : Ronald Fernando